Minggu, 28 Mei 2023

Wah! OpenAI Ajak Pengguna Ikut Uji Coba Chatbot Terbaru ChatGPT

- Senin, 5 Desember 2022 | 17:00 WIB
OpenAI telah mengembangkan generasi baru AI ini dengan pembatasan kuat pada kemungkinan adanya percakapan yang kasar atau menyakiti. (Ilustrasi: Freepik)
OpenAI telah mengembangkan generasi baru AI ini dengan pembatasan kuat pada kemungkinan adanya percakapan yang kasar atau menyakiti. (Ilustrasi: Freepik)

JAKARTA, kilat.com- Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin pesat dalam beberapa tahun terakhir. Kini bahkan membuat sebuah bot yang sudah siap diajak ngobrol semakin mudah.

Salah satunya adalah sebuah AI berbasis dialog bernama ChatGPT yang baru dilepas. Bot ini dikembangkan oleh OpenAI yang tentunya memang memfokuskan penelitiannya pada kecerdasan buatan.

Membuat ChatGPT istimewa itu adalah penggunaan teknologi GPT-3.5 natural language generation. Teknologi tersebut memungkinkan pengguna nantinya melakukan percakapan dengan AI.

Baca Juga: Nikita Mirzani Senang Eksepsi Ditolak, Janji Bongkar Hubungan Dito Mahendra-Aparat Berpangkat Bintang

OpenAI telah mengembangkan generasi baru AI ini dengan pembatasan kuat pada kemungkinan adanya percakapan yang kasar atau menyakiti. Kabar baiknya, para pengguna dapat mencoba ChatGPT ini secara gratis saat ini.

"Format dialog memungkinkan ChatGPT untuk menjawab pertanyaan lanjutan, mengakui kesalahan, menentang premis yang salah, hingga menolak permintaan yang tidak pantas," tulis OpenAI dalam posting blognya.

Para pengguna itu cukup mengunjungi website ChatGPT dan masuk memakai akun OpenAI mereka. Lalu, pengguna dapat langsung berbincang dengan bot atau lebih tepatnya memberikan perintah atau pertanyaan.

Baca Juga: Hakim Marahi Bripka Ricky di Sidang: Kisahmu Tidak Masuk Akal Semua!

ChatGPT memiliki sistem percakapan terstruktur, sehingga para pengguna dapat meminta si AI untuk menulis puisi, memperbaiki kesalahan dalam coding dengan contoh mendetail, menulis kode baru, membuat perintah untuk karya seni berbasis AI, dan berbagai algoritma lainnya.

Perlu dipahami bahwa ChatGPT dibuat lebih menyerupai sebuah perpustakaan digital atau mesin penjawab cerdas. ChatGPT tidak dapat menjawab pertanyaan yang bersifat evaluatif apalagi subjektif.

ChatGPT juga akan menolak untuk menjawab pertanyaan yang menjurus ke topik-topik negatif. Dengan demikian, para pengguna tidak akan bisa menanyakan atau memerintahkan ChatGPT untuk membicarakan tentang ujaran kebencian, konten kekerasan, dll.

Sayangnya, ChatGPT ini masih memiliki banyak keterbatasan. Terutama karena teknologi AI-nya sendiri baru dilatih sejak 2021 silam saja, sehingga juga ada banyak celah di AI ini, termasuk menjelaskan suatu topik dengan kurang tepat.

Namun ChatGPT memiliki masa depan yang sangat panjang. Begitu pula dengan potensi dari kemampuannya yang disebut akan berguna untuk berbagai bidang mulai dari kesehatan, keamanan, administrasi, dan lain sebagainya di masa depan.

Editor: Risvania Andaresta

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X