Sabtu, 10 Desember 2022

Inilah Desa-desa Peninggalan Megalitikum

- Senin, 6 Juni 2022 | 17:33 WIB
Ilustrasi desa-desa peninggalan sejarah. (parekraf.go)
Ilustrasi desa-desa peninggalan sejarah. (parekraf.go)

Desa wisata menjadi salah satu destinasi yang memegang peranan penting dalam kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia pasca pandemi. Pasalnya, kehadiran desa wisata turut membuka peluang usaha baru bagi para pelaku industri kreatif lokal.

Selain unsur alam, desa wisata di Indonesia juga menonjolkan unsur budaya khas wilayah tersebut. Bahkan, tidak sedikit desa wisata yang memiliki situs peninggalan kuno yang menjadi salah satu daya tarik wisata.

Salah satu peninggalan kuno yang banyak ditemui di desa wisata adalah peninggalan zaman megalitikum, yakni berupa batu-batu besar.  Hampir tersebar di seluruh wilayah Indonesia, berikut ini adalah 6 desa wisata dengan situs peninggalan megalitikum yang harus Sobat Parekraf kunjungi:

Kampung Adat Bena Bajawa (Flores)

Desa wisata peninggalan megalitikum yang memiliki suasana asri dan eksotis. Mempertahankan konsep tata wilayah khas megalitikum, rumah-rumah di Kampung Adat Bena Bajawa dibangun mengikuti kontur tanah. Sehingga ketika dilihat dari kejauhan desa wisata ini tampak berundak.

Masyarakat setempat percaya jika Kampung Adat Bena telah ada sejak 1.200 tahun silam. Salah satu buktinya terdapat pada peninggalan megalitikum, berupa batu besar berbentuk lonjong yang dinamakan Watu Lewa. Selain itu ada juga batu berbentuk meja yang diberi nama Nabe. Kedua batu ini digunakan dalam ritual adat masyarakat Bajawa.

Desa Kamal (Jember)

Berada di Kecamatan Arjasa, Jember, Jawa Timur desa wisata ini terdapat beragam jenis batu peninggalan megalitikum yang tersebar di berbagai tempat. Mulai dari persawahan, rumah warga, hingga halaman kantor desa.

Peninggalan megalitikum di Desa Kamal berupa batu kenong, tugu batu, hingga menhir. Batu kenong merupakan jenis peninggalan yang paling unik dari Desa Kamal. Sebutan batu kenong muncul karena tonjolan di bagian atas batu, yang sekilas menyerupai kenong (alat musik gamelan). Hingga saat ini telah ditemukan 59 batu kenong di Desa Kamal.

Halaman:

Editor: Yuska Apitya Aji

Tags

Terkini

Begini Proses dan Asal Datangnya Arus Laut

Minggu, 27 November 2022 | 12:05 WIB

Ini 11 Laba-laba Paling Mematikan, Ada Janda Merah!

Jumat, 25 November 2022 | 11:50 WIB
X