Sabtu, 25 Maret 2023

Peneliti BRIN: Parpol Harus Usung Caleg yang Tak Cacat Moral

- Rabu, 23 November 2022 | 16:38 WIB
Peneliti Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Lili Romli dalam Podcast BRIN bertajuk “Kesiapan, Antisipasi, dan Proyeksi Jelang Pemilu 2024”, sebagaimana dipantau melalui kanal YouTube BRIN Indonesia, di Jakarta, Rabu (23/11/2022).  (ANTARA/Tri Meilani Ameliya.)
Peneliti Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Lili Romli dalam Podcast BRIN bertajuk “Kesiapan, Antisipasi, dan Proyeksi Jelang Pemilu 2024”, sebagaimana dipantau melalui kanal YouTube BRIN Indonesia, di Jakarta, Rabu (23/11/2022). (ANTARA/Tri Meilani Ameliya.)

JAKARTA, kilat.com- Peneliti Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Lili Romli mengingatkan kepada partai politik agar mengusung calon anggota legislatif pada Pemilu 2024 yang tidak cacat moral dan cacat integritas.

“Mereka (caleg) yang diusung tidak cacat moral dan cacat integritas. Jadi, ketika ada caleg yang tersangkut urusan pidana, korupsi, atau tindakan kriminal itu menjadi perhatian oleh parpol jangan sampai mereka diusung kembali,” ujar Lili saat menjadi narasumber dalam Podcast BRIN bertajuk “Kesiapan, Antisipasi, dan Proyeksi Jelang Pemilu 2024”, sebagaimana dipantau melalui kanal YouTube BRIN Indonesia di Jakarta, Rabu.

Menurut ia, jika partai politik menghadirkan caleg yang tidak cacat moral dan cacat integritas, masyarakat yang memiliki hak pilih pada pemilu dapat memilih anggota legislatif yang benar-benar berkualitas.

Baca Juga: Pemprov Sulsel Siap Tingkatkan Dana Bantuan Parpol

Kemudian, Lili juga mengingatkan partai-partai politik agar mulai melakukan regenerasi dalam hal rekrutmen kader dan pengusungan anggota legislatif.

Menurut ia, untuk memperbaiki kualitas lembaga legislatif Indonesia, partai politik perlu memberi ruang pada generasi muda yang memiliki pikiran kritis menjadi anggota legislatif.

“Selama ini, yang diusung selalu itu-itu saja sehingga mengalami stagnasi dalam konteks kaderisasi, yang banyak adalah generasi tua yang duduk di parlemen. Oleh karena itu, sudah saatnya partai politik mendorong agar generasi muda dan milenial untuk bergabung ke dalam partai politik dan di parlemen,” ucap Lili.

Baca Juga: Belasan Orang di Sumenep Lapor KPU Karena Diklaim Jadi Aggota Parpol

Ia menilai dalam konteks demokrasi, partai politik merupakan salah satu elemen yang berperan penting dalam penyelenggaraan demokrasi yang baik di Indonesia. Bahkan, partai politik juga merupakan salah satu aktor atau peserta pemilu yang berperan menentukan kesuksesan pesta demokrasi atau pemilu, seperti mempersiapkan caleg yang berkualitas.

“Yang harus dilakukan oleh partai politik, mempersiapkan agar pemilu itu sukses adalah terkait dengan kaderisasi, pencalegan, atau rekrutmen kader-kadernya,” ujarnya.

Editor: Cendhy Vicky

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KPU: DPD di Jawa Tengah Wajib Kantongi 5.000 Dukungan

Rabu, 14 Desember 2022 | 04:30 WIB

KPU Tasikmalaya Tegaskan Jumlah Dapil Tak Berubah

Selasa, 29 November 2022 | 20:44 WIB

KPU Pontianak Tindaklanjuti PAW Anggota DPRD Pontianak

Senin, 14 November 2022 | 12:00 WIB

KPU Pastikan Kursi DPRD Kabupaten Cirebon Tetap 50

Minggu, 13 November 2022 | 21:00 WIB

Bawaslu Singkawang Lantik 15 Anggota Panwascam

Jumat, 28 Oktober 2022 | 18:09 WIB
X