Rabu, 7 Desember 2022

Peneliti Sebut Keterwakilan Perempuan Untungkan Parpol Baru

- Rabu, 28 September 2022 | 16:00 WIB
Direktur Eksekutif Sindikasi Pemilu dan Demokrasi (SPD) Erik Kurniawan, Direktur Eksekutif Parwa Institute Muh Jusrianto, Sekjen DPP Partai Rakyat Adil Makmur (Prima) Dominggus Oktavianus dalam diskusi daring Parwa Institute dipantau di Jakarta, Selasa (27/9/2022). (ANTARA/Melalusa Susthira K.)
Direktur Eksekutif Sindikasi Pemilu dan Demokrasi (SPD) Erik Kurniawan, Direktur Eksekutif Parwa Institute Muh Jusrianto, Sekjen DPP Partai Rakyat Adil Makmur (Prima) Dominggus Oktavianus dalam diskusi daring Parwa Institute dipantau di Jakarta, Selasa (27/9/2022). (ANTARA/Melalusa Susthira K.)

JAKARTA, kilat.com- Direktur Eksekutif Sindikasi Pemilu dan Demokrasi (SPD) Erik Kurniawan menyebut keterwakilan perempuan di kepengurusan partai politik atau daftar calon legislatif memperbesar peluang parpol baru untuk lolos parliamentary threshold pada Pemilu 2024.

"Memperbesar peluang partai baru lolos parliamentary threshold," kata Erik dalam diskusi daring yang diselenggarakan Parwa Institute dipantau di Jakarta, Selasa.

Erik juga mengatakan semakin banyak keterwakilan perempuan dalam kandidat caleg maka dapat menjadi insentif untuk mendongkrak elektabilitas parpol tersebut.

"Terutama di level lokal, perempuan kan punya militansi. Misal, ibu-ibu PKK, militansinya tinggi-tinggi, pergaulan sosialnya tinggi," ujarnya.

Namun, Erik juga mengingatkan agar keterwakilan perempuan tidak hanya sekadar formalitas untuk memenuhi kebijakan afirmasi 30 persen dan memaknainya dari sisi angka belaka.

"Riset SPD (Sindikasi Pemilu dan Demokrasi) terakhir tahun 2022 juga menyatakan bahwa kita punya problem keterwakilan perempuan itu diinterupsi oleh hadirnya politik dinasti, istrinya bupati, puterinya bupati, keponakannya bupati," kata Erik.

Direktur Eksekutif Parwa Institute Muh. Jusrianto pada diskusi itu juga mengatakan bahwa memunculkan sosok-sosok perempuan dalam pemilihan legislatif tahun 2024 dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi parpol baru.

"Magnet bagi masyarakat bahwa di politik kita bisa ada kesetaraan antara perempuan dan laki-laki," katanya.

Ia menyebut bahwa aktor-aktor perempuan di legislatif maupun eksekutif perlu didorong karena keterwakilan perempuan di DPR RI masih belum cukup 30 persen.

Halaman:

Editor: Yuska Apitya Aji

Tags

Terkini

Parpol Desak KPU RI Lakukan Audit Aplikasi SIPOL

Selasa, 6 Desember 2022 | 14:10 WIB

Pemprov Sulsel Siap Tingkatkan Dana Bantuan Parpol

Selasa, 22 November 2022 | 22:24 WIB

Pemprov Sulsel Siap Tingkatkan Dana Bantuan Parpol

Selasa, 22 November 2022 | 22:11 WIB

Partai Golkar Targetkan Pemilih Pemula di Pemilu 2024

Senin, 21 November 2022 | 21:37 WIB
X