• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • Masuk

Jarang Diketahui, Ini 5 Fakta Cacing Tembiluk yang Sehat Dikonsumsi

Hewan Tambelo/Wikipedia
Hewan Tambelo/Wikipedia

JAKARTA, kilat.com- Hewan tembiluk atau tambelo merupakan cacing pengerek kayu yang dapat dimakan. Hewan tembiluk menjadi daya tarik tersendiri di Papua untuk sejumlah orang yang mencari kuliner ekstrem.

1. Tambelo, hewan invertebrata

Hewan tembiluk mempunyai nama latin Bactronophorus thoracites. Hewan ini sejatinya termasuk ke dalam kelompok moluska atau hewan invertebra bercangkang. Tetapi, karena banyak hidup di dalam kayu yang sudah busuk, maka hewan ini sering di sebut dengan cacing.

2. Tambelo mirip cacing tanah

Tambelo mempunyai penampilan serupa dengan cacing tanah, tetapi dengan ukuran yang lebih besar. Hewan ini mempunyai dua taring khas. 

Dengan warna putih dan berlendir. Tambelo banyak didapati wilayah Pasifik Barat, Papua, dan Sulawesi.

3. Kuliner ekstrem di Papua

Cacing tambelo dianggap sebagai salah satu kuliner ekstrem yang patut dicoba ketika di Papua. Kamu dapat mencobanya jika mengunjungi Timika. 

Baca Juga :
Ini Fakta Cacing Tembiluk, Hewan yang Dipercaya Obati Malaria dan Penyakit Lainnya

4. Sebagai obat tradisional

Warga setempat memandang cacing tambelo cemilan bergizi tinggi, bahkan obat tradisional.

Cacing tambelo umunya dikonsumsi mentah atau dibersihkan dulu tanpa dimasak. Menurut orang-orang yang telah mencoba kuliner ekstrem ini, rasanya seperti kerang dengan cita rasa asin dan manis.

Warga setempat percaya hewan tembiluk ini dapat digunakan untuk obat malaria, nafsu makan, dan meningkatkan air susu ibu. Hal ini telah menjadi kepercayaan budaya di Papua, walaupun belum terbukti ilmiah.

5. Kandungan nutrisi tinggi

Menurut Institut Pertanian Bogor, kandungan nutrisi hewan tembiluk merupakan 82,51 persen air. Apalagi, tembiluk mengandung sebanyak 8,21 persen protein, lemak 3,34 persen, dan karbohidrat 3,67 persen. (ara)

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA