• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • Masuk

Viral Panitia Indothrift Fest Kabur Bawa Uang, Acara Auto Dibubarkan: Pembeli Minta Ganti Rugi!

Indothrift Fest 2022 Gagal digelar. Dok. Instagram
Indothrift Fest 2022 Gagal digelar. Dok. Instagram

JAKARTA, kilat.com- Viral sebuah event Indothrift Fest 2022 yang dilaksanakan di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, dibubarkan paksa pada hari kedua, Sabtu (6/8/2022).

Penyebabnya, panitia penyelenggara tak membayar sejumlah vendor yang sudah dibooking atau disewa.

"Penyelenggara tidak bertanggung jawab. Uangnya entah kemana untuk membayar vendor," kata @aagunnaf di Instagram Story, Sabtu (6/8/2022).

Si pemilik akun merupakan salah satu penyewa tenant. Uang yang dikeluarkan pun terbuang sia-sia karena acara harus berakhir di hari kedua.

"Ruginya sudah tidak bisa diperhitungkan lagi, kami, @second.dans undur diri dari acara yang konon The Biggest Thrift Event," ujarnya.

Aagunnaf juga menunjukkan bagaimana ada tiga orang yang diduga terlibat sebagai penyelenggara. Mereka habis dipukuli karena dianggap melakukan kejahatan.

"Tandain se-Indonesia ya guys. Nih si sok kecakepan, si pura-pura bego, si kebanyakan ngehalu," katanya.

Kronologi

Ia menyampaikan sejumlah informasi terkait acra tersebut yang dianggap sangat berantakan dan akhirnya dibubarkan.

Bermula saat H-1 adanya permasalahan listrik dan beberapa hal lain. Berlanjut di hari pertama acara, penyelenggara mengatakan lebih dari 2.000 tiket terjual.

"Kondisinya, 500 orang saja nggak sampai. Apakah data tiket tabu? Digunakan sebagai trik marketing supaya tenant senang?" katanya.

Keanehan lain saat tiket On the spot ditutup. Pengunjung diharuskan membeli tiket VIP Stage.

"Kami sebagai tenant tidak merasakan dampak penjualan tiket yang kabarnya habis atau terjual 2.000," ucap Aagunnaf.

Keadaan mulai bermasalah saat pihak pajak, perizinan, vendor stage, tenda mencari penyelenggara. Ini karena mereka tidak bisa menyanggupi pembayaran DP.

"Faktanya, si penyelenggara sudah menerima uang sewa dari 100 tenant, uang sponsor dan brand besar," ujar Aagunnaf.

Tapi saat dicek ke rekening, uang pihak penyelenggara hanya tinggal Rp 2 juta.

Karena penyelenggara tidak bisa menyelesaikan pembayaran, maka vendor memutuskan membongkar panggung, tenda dan lainnya.

"Mau nggak mau tenant juga harus cabut dari event," terang Aagunnaf.

Si penyewa tenant berpesan kepada mereka yang sudah membeli tiket untuk acara besok.

"Kecil harapan untuk bisa mengambil hak," katanya.

Kasus ini pun viral di TikTok dan beberapa media sosial lain, serta para pembeli tiket merasa sangat kecewa dan meminta ganti rugi. (dav)

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA