• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • Masuk

Setop kerokan! Begini Dampak dan Bahayanya

Ilustrasi Kerokan (Freepik)
Ilustrasi Kerokan (Freepik)

JAKARTA, kilat.com- Kerokan menjadi alternatif ketika seseorang mengalami masuk angin atau sedang terkena flu. 

Namun, ternyata dampak dari terlalu sering kerokan perlu diwaspadai.

Kerokan terlalu sering seperti setiap hari dapat membuat pembulu darah pecah.

Kerokan memang memiliki dampak yang dirasa sebagian besar orang berguna, seperti badan menjadi ringan dan dapat mengatasi masalah ‘masuk angin.’

Mengutip podcast Radio Kesehatan RI, ketika kerokan dilakukan, ada pembuluh darah yang pecah, hal tersebut yang mengakibatkan seseorang tidak boleh kerokan terlalu sering.

Baca Juga :
Jangan Terkecoh! 3 Kebiasaan Mandi Ini Tak Baik Bagi Tubuh

Penjelasan tersebut membuktikan bahwa dampak kerokan tidak bisa dianggap remeh.

Kerokan memang merupakan suatu budaya pengobatan tradisional Indonesia yang memiliki beragam manfaat.

Ada bagian saraf yang terangsang ketika kerokan dilakukan di punggung.

Rangsangan tersebut dapat membuat saraf terbuka sehingga memperlancar peredaran darah.

Perlu diingat juga, kerokan ketika badan terasa tidak nyaman sangat tidak dianjurkan.

Baca Juga :
Ini 5 Tradisi Unik dari Penjuru Indonesia Merayakan HUT RI

Hal tersebut bukan tanpa alasan, ada pembuluh darah yang pecah dar proses kerokan sebelumnya, sehingga memerlukan waktu untuk pemulihan sebelum bisa kerokan lagi. (tir)

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA