• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • Masuk

Menilik Museum Para Pengungsi di Denmark

Instalasi di dalam museum Flugt yang mengadirkan cerita para pengungsi, di Oksboel, Denmark, Jumat (24/06/2022). (John Randeris/Ritzau Scanpix via AP
Instalasi di dalam museum Flugt yang mengadirkan cerita para pengungsi, di Oksboel, Denmark, Jumat (24/06/2022). (John Randeris/Ritzau Scanpix via AP

DENMARK, kilat.com- Sebuah museum yang mengabadikan kisah generasi pengungsi cikal bakal masyarakat Denmark diresmikan oleh Ratu Denmark Margrethe II pada Sabtu (25/6) waktu setempat.

Museum bernama Flugt itu menghadirkan kisah para pengungsi dimulai dengan orang Jerman yang melarikan diri dari Uni Soviet selama Perang Dunia II. Museum didirikan di lokasi sebuah kamp di Oksboel, sebuah kota di barat daya Denmark, yang menampung hingga 100.000 pengungsi dari Jerman pada tahun-tahun pascaperang.

Flugt, yang berarti “pelarian” dalam bahasa Denmark, juga menceritakan kisah para imigran dari Iran, Lebanon, Hongaria, Vietnam, dan tempat lain yang melarikan diri dari tanah air mereka dan mencari perlindungan di negara Skandinavia. Para pengungsi menuturkan kisah mereka melalui rekaman video di layar besar.

“Museum bertujuan untuk mengubah angka statistik menjadi lebih manusiawi dan menyampaikan isu-isu universal, emosi, dan hal lain saat menjadi seorang dalam pelarian,” kata kurator museum Claus Kjeld Jensen, dikutip dari Associated Press pada Minggu.

Museum Flugt dirancang oleh arsitek Denmark terkemuka Bjarke Ingels. Museum memiliki bangunan modern dengan bentuk melengkung dari kayu dan kaca yang menghubungkan dua paviliun yang dulunya dijadikan rumah sakit pada tahun-tahun pascaperang.

Baca Juga :
Gubernur Babel Dukung Museum Maritim Belitung Tempat Pertemuan G20

Ingels mengatakan bahwa museum baru menjadi lebih relevan karena Denmark baru-baru ini menerima pengungsi yang melarikan diri dari perang di Ukraina.

Di luar museum, terdapat plakat yang menggambarkan nasib orang Jerman yang mencari perlindungan di kamp Oksboellejren antara tahun 1945 dan 1949. Sebagian besar dari mereka akhirnya menetap di Jerman Barat, tetapi sebuah pemakaman di situs tersebut telah menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi mereka yang meninggal di sana.

Pembangunan museum ini juga dibiayai dari donasi privat dan pemerintah Jerman. Wakil kanselir Jerman Robert Habeck menghadiri upacara pembukaan museum Flugt pada Sabtu (26/6). Museum akan dibuka untuk umum pada 29 Juni.

Denmark menjadi surga bagi para pengungsi di masa lalu. Dari 5,8 juta penduduk Denmark, lebih dari 650.000 di antaranya merupakan imigran, sementara 208.000 lainnya terdaftar dalam statistik negara bagian sebagai keturunan imigran. Menurut statistik resmi, sebanyak 2.717 orang telah mencari suaka di Denmark pada tahun ini. (yus)

Baca Juga :
Ada Apa Saja di Museum Mandiri Jakarta? Yuk Simak!

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA