• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Tiga Pulau Kecil di Tonga Rusak Parah Akibat Disapu Tsunami

Tampak foto satelit yang memperlihatkan tiga pulau Tonga yang hancur disapu tsunami. Foto: Maxar
Tampak foto satelit yang memperlihatkan tiga pulau Tonga yang hancur disapu tsunami. Foto: Maxar

SYDNEY, kilat.com - Tiga dari pulau-pulau kecil Tonga mengalami kerusakan parah akibat gelombang tsunami. Hal itu disampaikan pejabat pemerintahan dan Palang Merah setempat.

"Pejabat kemanusiaan PBB melaporkan, sekitar 84.000 orang -lebih dari 80% populasi Tonga- telah terkena dampak letusan gunung berapi," kata Juru Bicara PBB, Stéphane Dujarric, menunjukkan pada tiga kematian, cedera, kehilangan rumah, dan air yang tercemar.

Komunikasi sendiri telah terputus di seluruh Tonga sejak letusan gunung api bawah laut Tonga pada Sabtu pagi. Namun sebuah kapal berhasil mencapai pulau-pulau terpencil Nomuka, Mango dan Fonoifua pada Rabu kemarin.

"Mereka melaporkan bahwa beberapa rumah tetap berdiri setelah permukiman dihantam gelombang setinggi 49 kaki," kata Katie Greenwood, Kepala Delegasi di Pasifik untuk Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.

“Informasi yang sangat disayangkan telah terungkap dalam semalam tentang tiga pulau yang sangat kami khawatirkan -bahwa mereka semua menderita konsekuensi yang menghancurkan sebagai efek dari gelombang yang masuk ini,” tukasnya kepada The Associated Press dalam sebuah wawancara di Fiji. “Sebagian besar bangunan dan tempat tinggal di pulau-pulau itu telah hancur total.”

Baca Juga :
Mantul! Timnas PUBG Mobile Indonesia Sabet Emas di SEA Games

"Semua rumah tampaknya telah dihancurkan di Pulau Mango dan hanya dua rumah yang tersisa di Pulau Fonoifua, dengan kerusakan parah dilaporkan di Nomuka," ucap Dujarric dari PBB.

Dia mengatakan, kebutuhan kemanusiaan yang paling mendesak adalah air bersih, makanan dan barang-barang non-makanan. Sedangkan prioritas utama adalah membangun kembali layanan komunikasi termasuk untuk panggilan internasional dan internet.

“Pembersihan bandara internasional terus dilakukan, dan diharapkan bisa beroperasi pada Kamis,” harap Dujarric. Adapun pelabuhan, kapal dapat berlabuh di pulau utama Tongatapu.

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA

Rekomendasi Untuk Anda