• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • Masuk

Sperma Manusia Tidak Berenang seperti yang Kita Pikirkan, tapi...

Ilustrasi posisi sperma yang berenang dari waktu ke waktu, kepala (merah) berputar saat ekor (biru) hanya bergerak ke satu sisi. Kombinasi ini menghasilkan gerakan lurus ke depan. Foto: polymaths-lab.com
Ilustrasi posisi sperma yang berenang dari waktu ke waktu, kepala (merah) berputar saat ekor (biru) hanya bergerak ke satu sisi. Kombinasi ini menghasilkan gerakan lurus ke depan. Foto: polymaths-lab.com

JAKARTA, kilat.com - Sperma telah lama membodohi para ilmuwan. Alih-alih berenang lurus dengan memutar-mutar ekor mereka seperti baling-baling, sperma manusia mengibaskan ekor mereka secara miring seperti berguling menuju sel telur.

Lebih dari 300 tahun yang lalu, pelopor mikroskop Antonie van Leeuwenhoek menggambarkan ekor sperma bergoyang dalam pola simetris, seperti “ular atau belut”. Pandangan yang berlaku, ekor sperma bergerak secara seimbang.

Para peneliti melaporkan, pandangan ini tidak menangkap apa yang sebenarnya terjadi dalam wujud tiga dimensi. Penelitian telah diungkap pada 31 Juli di jurnal Science Advances.

"Mikroskop 3-D berkecepatan tinggi yang menangkap gerakan sperma manusia di laboratorium mengungkap, sel-sel tersebut membuka tutup botol saat mereka bergerak, konsisten dengan penelitian sebelumnya. Sperma hampir tampak mengebor ke dalam cairan di sekitarnya," kata Hermes Gadlha, ahli matematika di University of Bristol di Inggris.

Bertentangan dengan apa yang dipikirkan orang, ekor sperma tidak berdetak secara simetris. Mikroskop 3-D berkecepatan tinggi dan analisis matematis membeberkan, ekornya hanya bergoyang ke satu sisi saat sel-sel berguling. Kombinasi gerakan membuat sperma berenang lurus ke depan.

Baca Juga :
Fakta Terbaru Polemik Anak, Rezky Aditya: Pihak Wenny Sempat Menolak Tes DNA

Menggunakan pelacakan otomatis sperma renang dan analisis matematis dari data posisi, Gadelha dan rekannya memecah gerakan ekor sperma menjadi dua komponen. "Anehnya, salah satunya hanya bergerak ke satu sisi sel. Ini seperti seseorang yang berenang hanya menggunakan satu sisi tubuh," kata Gadêlha.

Dengan sendirinya, gerakan miring seperti itu akan menyebabkan berenang berputar-putar. Tapi komponen kedua dari gerakan ekor menyebabkan sperma berputar, menyeimbangkan gerakan miring.

Dari atas, ekor sperma terlihat seperti berdetak secara simetris, seperti yang telah dijelaskan secara historis. Tapi gerakan 3-D yang lebih kompleks membuat sperma tetap berenang lurus ke depan.

"Pengukuran 3-D yang baru merupakan langkah maju yang besar dalam memahami pergerakan sperma," ucap Allan Pacey, spesialis kesuburan pria di University of Sheffield di Inggris.

Namun, penyelidikan tambahan diperlukan untuk mengetahui apakah sperma bergerak dengan cara yang sama di saluran reproduksi wanita, di mana mereka harus bersaing dengan gerakan cairan dan saluran sempit untuk mencapai sel telur. "Penelitian tersebut dapat menginformasikan diagnosis dan pengobatan infertilitas manusia," imbuh Pacey.


Baca Juga :
Rezky Aditya Siap Tes DNA dan Akan Bertanggung Jawab Persoalan Anak Wenny Ariani

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA

Rekomendasi Untuk Anda