• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • Masuk

Menakjubkan! Ilmuwan Gunakan Gelombang Kejut Tumbukan untuk Pahami Lawah Baru di Mars

Para peneliti membuat peta permukaan Mars yang menunjukkan di mana es air (disebut demikian karena senyawa kimia lain dapat membeku) diyakini berada. Foto: ESA
Para peneliti membuat peta permukaan Mars yang menunjukkan di mana es air (disebut demikian karena senyawa kimia lain dapat membeku) diyakini berada. Foto: ESA

JAKARTA, kilat.com- Topografi Mars telah menjadi subjek yang menarik bagi para peneliti selama bertahun-tahun dan mereka sekarang telah menemukan proses baru untuk memahami bagaimana permukaan planet telah berubah dari waktu ke waktu karena dampak batuan luar angkasa. Menurut garis studi baru, para ilmuwan menggunakan gelombang kejut yang dibuat pada benturan untuk menemukan posisi dan kedalaman kawah yang tepat di permukaan Mars.

"Ini adalah pertama kalinya kami merasakan dan mendengar dampak di planet lain," kata Raphael Garcia, seismolog planet di Higher Institute of Aeronautics and Space di University of Toulouse.

Data yang digunakan dalam metode ini diambil dari pendarat InSight NASA yang memberikan wawasan tentang aktivitas seismik di Mars antara Mei 2020 dan September 2021. Ini memperhitungkan batuan ruang kecil serta meteoroid yang bersentuhan dengan permukaan planet merah.

Penelitian yang dipublikasikan di Nature Geoscience ini berhasil memetakan permukaan Mars hingga batas tertentu dan juga membantu dalam memahami kerak planet. Dalam atmosfer di mana kawah tumbukan sangat umum, penelitian menunjukkan dampaknya terhadap perubahan lanskap Mars dan dari waktu ke waktu, bagaimana hal itu secara perlahan berdampak pada komposisi permukaan.

“Jika orang ingin tahu apakah suatu permukaan lebih tua atau lebih muda, penting untuk mengetahui tingkat dampak, tetapi kami belum sampai di sana,” kata Garcia ketika ditanya tentang keakuratan penelitian yang tepat. (nda)

Baca Juga :
Astronom China Deteksi Bintang Neutron Nonakresi dengan Bantuan LAMOST

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA