• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • Masuk

Terkuak! Ternyata Ini Alasan Otak Manusia Tak Dirancang untuk Tetap Terjaga pada Tengah Malam

Ilustrasi otak / Wion News
Ilustrasi otak / Wion News

JAKARTA, kilat.com- Pikiran manusia tidak dirancang untuk bangun setelah tengah malam, menurut sebuah teori baru yang diterbitkan tahun ini di Frontiers in Network Physiology. Menurut penulis penelitian, pikiran yang waspada lebih peka terhadap perasaan negatif daripada perasaan menyenangkan setelah tengah malam.

Mereka menekankan bahwa begadang lebih lambat dari biasanya dapat menyebabkan pikiran menjadi lebih reseptif terhadap pikiran-pikiran yang menyakiti diri sendiri. Menurut penelitian, variasi ini mungkin secara signifikan dipengaruhi oleh ritme sirkadian manusia, yang merupakan proses internal alami tubuh yang menyinkronkan siklus tidur-bangun setiap 24 jam.

Penelitian sebelumnya telah meneliti efek negatif dari tidur yang terganggu atau tidak cukup, termasuk stres yang meningkat, kondisi kardiovaskular, dan perubahan dopamin yang bahkan dapat menyebabkan kecanduan.

Lebih jauh lagi, tidur tanpa gangguan pada malam sebelumnya berkontribusi pada peningkatan kecerdasan dan kesehatan umum berikutnya. Mengingat hal ini, para peneliti memutuskan untuk menyelidiki apakah terjaga di malam hari, atau memilih untuk terjaga selama malam biologis atau sirkadian, menyebabkan perilaku maladaptif, atau tindakan yang bertentangan dengan kepentingannya sendiri, seperti kejahatan kekerasan, penggunaan narkoba, dan bahkan pemikiran bunuh diri. Para peneliti memeriksa "bagaimana suasana hati, pemrosesan hadiah, dan fungsi eksekutif berbeda selama terjaga di malam hari," menurut penelitian mereka.

Data empiris dari studi sebelumnya tentang tidur dan efeknya pada kognisi dan fungsi diperiksa oleh para peneliti. Mereka berpendapat bahwa tubuh dan pikiran manusia berfungsi sesuai dengan jam sirkadian, bertindak dan merasakan dengan cara tertentu pada waktu tertentu. Akibatnya, meski fungsi molekuler dan otak aktif di siang hari, tubuh mencari istirahat di malam hari.

Baca Juga :
Waspada! Partikel Udara Beracun Ditemukan di Paru-paru dan Otak Bayi yang Belum Lahir

Perilaku maladaptif dapat dipengaruhi oleh terjaga di malam hari karena alasan evolusi juga. Karena tingginya risiko diburu pada malam hari ketika manusia purba hidup di alam bebas, otak menjadi lebih sensitif terhadap rangsangan yang tidak menyenangkan saat ini. (nda)

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA