• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • Masuk

Konservasionis Temukan Pohon Magnolia yang Hilang di Hutan Selama 97 Tahun, Ini Manfaatnya

Pohon Magnolia yang Hilang di Hutan Selama 97 Tahun / Wion News
Pohon Magnolia yang Hilang di Hutan Selama 97 Tahun / Wion News

JAKARTA, kilat.com- Konservasionis telah menemukan magnolia asli di Haiti. Spesies tanaman ini hilang dari ilmu pengetahuan selama lebih dari sembilan dekade. Setelah 97 tahun spesies magnolia ditemukan, habitat aslinya hancur karena deforestasi.

Spesies ini dikenal dengan bunganya yang putih bersih dan daunnya yang berbentuk unik. Awalnya ditemukan di hutan Morne Colombo dan juga dikenal sebagai magnolia emarginata, pohon ini dianggap terancam punah dan ditampilkan dalam daftar merah spesies terancam Uni Internasional untuk konservasi alam.

Dengan penemuan baru-baru ini, secercah harapan baru telah muncul untuk konservasi hutan di Haiti. Haiti adalah negara Karibia dan karena penurunan ruang hutan, hanya 1% dari hutan asli negara yang tersisa. Bahkan, tanaman asli di tanah air sekarang terbatas pada pegunungan atau jurang yang tidak dapat diakses. Dalam situasi seperti itu, penemuan kembali ini dapat membantu menyelamatkan habitat negara.

Sebuah tim dari Haiti National Trust melakukan perjalanan ke Massif du Nord, pegunungan terpanjang di Haiti, untuk mencari spesies tanaman ini. Alasan utama di balik pencarian ini adalah bahwa spesies khusus ini dapat bertahan hidup di lingkungan yang tinggi. Setelah tiga hari ekspedisi, tim menemukan satu pohon dan menemukan enam belas pohon berbunga pada berbagai tahap perkembangan. Bahkan, ada tanaman yang berada di fase paling awal pertumbuhannya.

Penemuan ini telah menanamkan harapan di antara para ilmuwan bahwa lebih banyak spesies dapat ditemukan dan dilestarikan di daerah tersebut. Faktanya, Haiti National Trust telah membudidayakan empat jenis magnolia asli lainnya.

Baca Juga :
Terkuak! Ternyata Ini Alasan Otak Manusia Tak Dirancang untuk Tetap Terjaga pada Tengah Malam

Tersebar di pulau Hispaniola, mereka berharap dapat menggunakan pengalaman mereka untuk membantu masyarakat lokal berkontribusi dalam upaya restorasi. Selanjutnya, mereka bertujuan untuk memulai pembibitan.

Penemuan seperti itu sangat penting untuk konservasi lingkungan dan Eladio Fern√°ndez, pemimpin ekspedisi untuk Haiti National Trust berbagi bahwa penemuan spesies yang pernah hilang ini telah menanamkan harapan dan optimisme untuk masa depan.

Dia berkata: "Meskipun keadaan hutan terdegradasi di negara itu suram, masih ada spesies seperti ini yang tidak ditemukan di tempat lain di dunia, memberi kita kesempatan untuk menyelamatkan mereka." (nda)

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA