• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • Masuk

Menakjubkan! Bumi Dapat Menopang Kehidupan dengan Bantuan Ini

ilustrasi bumi / Freepik
ilustrasi bumi / Freepik

JAKARTA, kilat.com- Sebuah studi baru, yang diterbitkan di Nature Communications, menyatakan bahwa kehidupan di bumi hanya mungkin terjadi karena "peremajaan" inti planet. Studi ini juga mengatakan bahwa sekitar 565 juta tahun yang lalu, medan magnet bumi turun hingga hampir sepuluh persen dari kekuatannya saat ini dan planet ini sedang dalam perjalanan untuk bernasib sama dengan Mars di mana kehidupan belum ditemukan sampai sekarang.

Medan magnet ini didukung oleh fenomena yang dikenal sebagai ledakan Kambrium atau “biological big bang”.

“Inti dalam sangat penting. Tepat sebelum inti dalam mulai tumbuh, medan magnet berada pada titik runtuh, tetapi segera setelah inti dalam mulai tumbuh, medan tersebut diregenerasi,” John Tarduno, penulis korespondensi makalah ini, mengatakan dalam sebuah pernyataan pers. .

Studi ini memperhitungkan batuan di dekat pusat bumi yang diuji coba dengan bantuan laser karbon dioksida dan magnetometer perangkat interferensi kuantum superkonduktor (SQUID). Tujuannya adalah untuk mengetahui perubahan inti bumi dari waktu ke waktu.

Menurut penelitian, batuan di inti luar permukaan bumi menunjukkan bahwa arus listrik yang dihasilkan oleh magma yang hadir menghasilkan medan magnet yang mendapatkan kekuatan.

Baca Juga :
G Swing Jadi Wahana Populer di Bali, Sensasi Berayun dari Ketinggian 40 Meter

“Karena kami membatasi usia inti bagian dalam dengan lebih akurat, kami dapat mengeksplorasi fakta bahwa inti bagian dalam saat ini sebenarnya terdiri dari dua bagian. Pergerakan lempeng tektonik di permukaan Bumi secara tidak langsung mempengaruhi inti bagian dalam, dan sejarah pergerakan ini terpatri jauh di dalam Bumi di dalam struktur inti bagian dalam,” tambah Tarduno, dalam keterangan persnya. (nda)

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA