• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • Masuk

Wow! Ilmuwan Deteksi Zat Unik Baru yang Sangat Reaktif di Atmosfer Bumi

Ilustrasi Asteroid / Freepik
Ilustrasi Asteroid / Freepik

JAKARTA, kilat.com- Jenis baru zat yang sangat reaktif, hidrotrioksida organik (ROOOH), telah terdeteksi di atmosfer bumi untuk pertama kalinya.

Para ilmuwan telah menyatakan bahwa zat tersebut dapat memiliki efek yang masih belum diketahui. Itu bisa menimbulkan ancaman bagi kesehatan manusia, atau bahkan berdampak pada iklim global.

Trioksida adalah senyawa dengan tiga atom oksigen yang terikat satu sama lain. Menurut para peneliti dari Universitas Kopenhagen, trioksida terbentuk di bawah kondisi atmosfer.

Trioksida bahkan lebih reaktif daripada peroksida, yang memiliki dua atom oksigen yang terikat. Para ilmuwan telah memperkirakan bahwa trioksida mungkin juga ada di atmosfer. Namun, hal itu tidak pernah terbukti sampai sekarang.

Profesor Henrik Grum Kjærgaard dari Universitas Kopenhagen di Denmark mengatakan,

Baca Juga :
Terkuak! Ternyata Ini Alasan Otak Manusia Tak Dirancang untuk Tetap Terjaga pada Tengah Malam

"Senyawa ini selalu ada, kami tidak tahu tentang mereka. Tetapi fakta bahwa kami sekarang memiliki bukti bahwa senyawa itu terbentuk dan hidup untuk jangka waktu tertentu, berarti mungkin untuk mempelajari efeknya dan merespons jika ternyata berbahaya," katanya.

"Inilah yang sekarang kami capai. Jenis senyawa yang kami temukan unik dalam strukturnya. Dan, karena mereka sangat pengoksidasi, kemungkinan besar mereka membawa sejumlah efek yang belum kami temukan," tambahnya.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Science melaporkan bahwa pengamatan langsung "pembentukan ROOOH dari beberapa radikal RO2 yang relevan dengan atmosfer".

Studi tersebut menambahkan bahwa analisis kinetik mengkonfirmasi reaksi cepat RO2 + OH membentuk ROOOH, dengan koefisien laju mendekati batas tumbukan. Sesuai penelitian, masa pakai atmosfer ROOOH diperkirakan beberapa menit hingga jam.

"Hidrotrioksida mewakili kelas zat yang sebelumnya dihilangkan di atmosfer, dampaknya perlu diperiksa," tambah studi tersebut. (nda)

Baca Juga :
Hati-hati! Risiko Kematian Akibat Suhu Malam yang Panas Dapat Meningkat hingga 60 Persen

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA