• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • Masuk

Bukan Dukung Ganjar Pranowo, Ini Arahan Tegas Jokowi untuk Relawan

Presiden Joko Widodo menunjukan gambar-gambar hewan dalam buku pada perayaan Puncak Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2022 di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Sabtu (23/7/2022). ANTARA/HO-Biro Pers Setpres/Rusman/aa. (Handout Biro Pers Sekretariat Kepresidenan/Rusman)
Presiden Joko Widodo menunjukan gambar-gambar hewan dalam buku pada perayaan Puncak Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2022 di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Sabtu (23/7/2022). ANTARA/HO-Biro Pers Setpres/Rusman/aa. (Handout Biro Pers Sekretariat Kepresidenan/Rusman)

JAKARTA, kilat.com- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada para relawan dan loyalis untuk tidak terburu-buru dalam menentukan langkah terkait Pemilihan Presiden 2024 serta fokus membantu pemerintah bersiap menghadapi segala kemungkinan di tengah situasi ketidakpastian global, termasuk potensi resesi.

Menurut Ketua Umum Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Mustar Bona Ventura, hal itu disampaikan Jokowi saat mengundang sejumlah perwakilan relawan dalam pertemuan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat.

"Presiden meminta relawan untuk fokus dan membantu pemerintah terhadap segala kemungkinan ke depan terkait potensi resensi dan upaya pemerintah melakukan pemulihan ekonomi," kata Mustar dalam keterangannya yang diterima di Jakarta.

Pertemuan Jokowi dengan kelompok relawan dilakukan tepat dua pekan setelah ia mengundang sejumlah eksponen aktivis 1998 yang tergabung dalam Persatuan Nasional Aktivis 98 (PENA 98) ke Istana Kepresidenan pada 15 Juli lalu.

Mustar mengatakan terdapat sekira 30-an perwakilan kelompok relawan yang hadir memenuhi undangan Jokowi ke Istana Kepresidenan Bogor, di antaranya dari Projo, Pospera, Sahabat Buruh Relawan Jokowi, Seknas Jokowi, PENA 98, KIB, Duta Jokowi, Kornas Jokowi, Bara JP, Solmed, RPJB, Pos Raya, GK Center, dan Almisbat.

Baca Juga :
Jokowi Ngaku Sedih saat Banyak Warga Indonesia Berobat ke Luar Negeri

Pertemuan dilangsungkan selepas Shalat Jumat sekira pukul 13.30 WIB dan berlangsung lebih kurang dua setengah jam lamanya.

Menurut Mustar, dalam pertemuan tersebut Jokowi memaparkan situasi resesi global dan bagaimana posisi Indonesia di dalamnya.

Jokowi menyampaikan bahwa Bank Dunia memperkirakan 60 negara berpotensi bangkrut dan 40 di antaranya sudah pasti akan mengalami kebangkrutan.

Bank Dunia bersama Dana Moneter Internasional (IMF) juga menggambarkan bahwa 2022 akan menjadi tahun yang sulit, tapi 2023 bakal lebih berat lagi.

"Presiden menyampaikan Indonesia sekarang berada di peringkat kedua dunia dalam hal pertumbuhan ekonomi sebesar 5,0 persen, dan hanya berada di bawah Vietnam," kata Mustar.

Baca Juga :
Jokowi Minta Masyarakat Manfaatkan Bantuan Modal Kerja untuk Usaha: Jangan Dipakai Beli Pulsa!

Kendati demikian dengan segala situasi terkait ancaman resesi tersebut, lanjut Mustar, Jokowi tetap berpesan kepada para relawan untuk tidak terburu-buru dalam menentukan langkah menyongsong Pilpres 2024 dan meminta fokus untuk membantu pemerintah terhadap segala kemungkinan ke depan, baik itu terkait potensi resesi maupun upaya pemilihan ekonomi.

Para relawan kemudian berkesempatan menyampaikan suara mereka, termasuk usulan sejumlah langkah kerja sama dalam menghadapi

"Kemudian dalam kesempatan berikutnya para relawan bergantian berbicara. Poin-poin yang disampaikan antara lain masukan dan usulan-usulan langkah kerja bersama dalam menghadapi situasi tersebut," ujar Mustar. (yus)

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA