• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Gara-gara Aturan Karantina, Jangan Sampai Indonesia Gagal Gelar MotoGP 2022

Ilustrasi tes resmi MotoGP Indonesia 2022 di Sirkuit Mandalika. Foto: Antara
Ilustrasi tes resmi MotoGP Indonesia 2022 di Sirkuit Mandalika. Foto: Antara

JAKARTA, kilat.com- Indonesia diharamkan gagal menggelar MotoGP 2022. Namun bagaimana dengan aturan karantina 14 hari yang ditentang Dorna Sports?

Ya, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali memastikan ada kebijakan karantina untuk atlet internasional yang akan berkunjung ke Indonesia.

Seperti diketahui, kekhawatiran sempat muncul setelah CEO Dorna Sports Carmelo Ezpeleta akan mengesampingkan negara-negara yang memberlakukan aturan karantina. Pasalnya, itu akan mempersulit seluruh staf dan para pembalap, mengingat ada jadwal balap yang harus dipenuhi oleh Dorna.

Menpora pun melakukan rapat tertutup untuk membuat skema terbaik tentang kebijakan karantina yang harus dilakukan para atlet. Zainudin Amali mengambil contoh turnamen bulu tangkis yang digelar di Bali pada tahun lalu bisa berjalan dengan sukses.

“Beberapa waktu lalu kami mendapat informasi dan keluhan dari cabor-cabor, baik yang melakukan kegiatan di luar negeri atau ada yang akan melaksanakan kegiatan internasional di dalam negeri,” beber Menpora.

Baca Juga :
Mulai Tinggalkan Gas Alam, BMW Jajaki Investasi Energi

“Para atlet tersebut setuju untuk datang ke Indonesia tanpa melakukan karantina dalam waktu yang panjang. Mereka menyampaikan jika sudah dalam sistem bubble harusnya sudah terjaga keamanannya,” ulas Menpora Amali.


“Kami pernah melakukan ini pada ajang bulu tangkis di Bali tahun lalu, dan berjalan dengan sukses. Jadi, mereka yang akan datang ke Indonesia ingin diperlakukan seperti itu,” kata Amali lagi.

“Kami juga sudah menyampaikan kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) agar kita bisa menyelenggarakan olahraga baik di dalam negeri, dan tidak terhambat waktu karantina yang cukup panjang,” imbuhnya.

Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari juga akan berupaya mencari jalan keluar agar para atlet yang datang ke Indonesia tidak harus menjalani karantina dalam waktu lama.

Baca Juga :
LE SSERAFIM Akan Tampil Tanpa Kim Garam, Netizen Korea Malah Senang Gegara Hal Ini

Pria yang akrab disapa Okto itu akan menerapkan sistem yang ada di Qatar di mana hanya perlu karantina saat menunggu hasil usap PCR keluar.

“Jalan keluar untuk kebijakan karantina memang sangat ditunggu. Seperti atlet pelatnas, jika mereka harus dikarantina selama berhari-hari, maka akan berdampak pada kebugaran atlet tersebut,” ujar Okto.

“Saya berterima kasih kepada Menpora yang telah mengumpulkan kami, demi menemukan jalan keluar, agar event-event internasional dapat berjalan dengan baik,” kata Okto lagi.

Menpora Zainudin Amali menyadari jika proses karantina untuk atlet disamakan dengan yang lainnya, maka ini mengancam event-event internasional batal menggelar di Indonesia.

Termasuk MotoGP yang rencananya bakal menggelar tes pramusim pada 11 Februari 2022, dan balapan pertama sejak 1997, pada 20 Maret 2022.

Baca Juga :
Akhirnya! Maudy Ayunda Ungkap Wajah Jesse Choi ke Publik

“Apabila kami ingin menjadi tuan rumah, maka kami harus menyambut tamu-tamu kita dengan sangat baik. Jika menyambut mereka dengan karantina, baik itu MotoGP atau kejuaraan-kejuaraan dunia lainnya, sulit didapatkan,” ucap Okto.

Menpora melanjutkan, “Ini bisa berpengaruh pada kesempatan kita untuk menjadi tuan rumah. Dorna telah menyampaikan bahwa jika harus melakukan karantina, Indonesia belum tentu dimasukan dalam jadwal mereka.”

“Ini bisa membuat kesempatan kita akan hilang. Padahal, dengan menerapkan bubble to bubble penjagaannya sudah sangat ketat. Mereka hanya bisa mengunjungi lokasi yang mereka tuju, seperti dari bandara menuju hotel dan ke venue. Kami sudah menampung semua aspirasi dari semua pihak terkait, dan kami akan sampaikan ke Presiden. Saya yakin akan mendapat respons cepat dari Presiden,” tandas Menpora Amali. (sbn)

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA