• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • Masuk

Benarkah Ratu Elizabeth II Keturunan Nabi Muhammad?

Foto arsip - Dalam foto arsip yang diambil pada 31 Mei 2020 ini Ratu Elizabeth II menunggangi kuda bernama Balmoral Fern di Windsor Home Park, London Barat. Ratu Elizabeth II wafat dalam usia 96 tahun pada 8 September 2022. (Photo by Steve Parsons / POOL / AFP) (AFP/STEVE PARSONS)
Foto arsip - Dalam foto arsip yang diambil pada 31 Mei 2020 ini Ratu Elizabeth II menunggangi kuda bernama Balmoral Fern di Windsor Home Park, London Barat. Ratu Elizabeth II wafat dalam usia 96 tahun pada 8 September 2022. (Photo by Steve Parsons / POOL / AFP) (AFP/STEVE PARSONS)

Oleh: Denny JA

Benarkah Ratu Elizabeth yang baru saja wafat 8 September 2022 adalah keturunan generasi ke 43 dari Nabi Muhammad? Pertanyaan ini kembali menggugah setelah diskusi ringan di WAG Webinar Satupena hari ini (21/9/2022). Di WAG itu, saya pamit menyatakan akan ke London mengantar dua anak sekolah.

Akmal Nasery Basral merespon singkat: “Jadi bro Ketum akan nyekar ke Eyang Elizabeth ya?” Saya menjawab ringan saja: “Siap, karena menurut berita Elisabeth keturunan Nabi Muhamad.” Lalu saya sertakan screen shoot dari The Times of India: Queen a Direct Decendent of The Prophet: a Report.

Krista Riyanto mengirimkan berita yang lengkap dari Orbit Indonesia. Cukup serius berita itu. Saya sertakan kutipan agak panjang dari Orbit Indonesia.

“Garis keturunan Ratu Elizabeth diklaim berasal dari Abu al-Qasim Muhammad bin Abbad. Ia pendiri dinas Abbasiyah, keturunan langsung Nabi Muhammad SAW melalui anak perempuan Nabi, Fatimah. Al-Qasim menjadi penguasa Sevilla, Spanyol dan memerintah hingga wafat pada tahun 1042. Setelah itu, cucunya Muhammad Al-Mu’tamid menguasai Cordoba pada 1071. Dia menjadi pemimpin terakhir Abbasiyah.”

Baca Juga :
Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Ini Respon Dirut PT LIB

Lalu Orbit Indonesia menurunkan silsilah lengkap Ratu Elizbeth hingga ke Nabi MuhammadInilah silsilahnya sebanyak 43 generasi.

Elizabeth II binti George II, Raja Inggris Raya, bin George I, Raja Inggris Raya. Dia anak laki-laki dari Sophia, Electress of Hanover anak perempuan dari Elizabeth of Bohemia, anak perempuan dari James I/VI, Raja England, Irlandia dan Skotlandia.

Ia anak laki-laki dari Mary, Ratu Skotlandia anak perempuan dari James V, Raja Skotlandia, anak laki-laki dari Margaret Tudor anak perempuan dari Elizabeth of York. Ia anak perempuan dari Edward IV, Raja Inggris, anak laki-laki dari Richard Plantagenet, Duke of York anak laki-laki dari Richard of Conisburgh, Earl of Cambridge.

Ia anak laki-laki dari Isabella Perez of Castille anak perempuan dari Maria Juana de Padilla anak perempuan dari Maria Fernandez de Henestrosa. Ia anak perempuan dari Aldonza Ramirez de Cifontes anak perempuan dari Aldonza Gonsalez Giron anak perempuan dari Sancha Rodriguez de Lara.

Ia anak perempuan dari Rodrigo Rodriguez de Lara anak laki-laki dari Sancha Alfonsez, Infanta of Castile anak perempuan dari Zaida (Isabella). Ia anak perempuan dari Al-Mutamid ibn Abbad, Raja Sevilla, anak laki-laki dari Abbad II al-Mutadid, Raja Sevilla anak laki-laki dari Abu al-Qasim Muhammad bin Abbad, Raja Sevilla.

Baca Juga :
Airlangga Bertemu Puan Sabtu Ini, PDIP: Doakan Jakarta Tidak Banjir

Ia anak dari Ismail bin Qarais bin Abbad bin Amr bin Aslan bin Amr bin Itlaf bin Naim al-Lakhmi anak dari Zahra binti Husain bin Hasan. Ia anak dari Ali bin Abi Thalib yang menikah dengan Fatimah binti Nabi Muhammad SAW.“

Wow! Saya terpana. Benarkah silsilah ini?

Segera saya cek and recheck di Google. Ratusan berita soal Elizabeth keturunan Nabi Muhammad. Seperti biasa pro dan kontra terjadi. Bahkan para ahli pun banyak yang mendukung pernyataan itu dan banyak pula yang menentangnya.

Saya lacak sejarah berita. Siapakah yang pertama kali menyatakan Elizabeth keturunan Nabi Muhamad? Ternyata itu hasil riset yang pertama kali dipublikasi di tahun 1986. Garis keturunan Elizabeth dengan Muhammad pertama kali disebutkan secara resmi dalam penelitian Burke's Peerage.  

Tokoh kunci yang menghubungkan Ratu Elizabeth dan Nabi Muhamad adalah Ratu keturunan dari Zaida. Zaida seorang putri Muslim yang melarikan diri dari Sevilla pada abad kesebelas. Ia kemudian menjadi seorang Kristen.  

Baca Juga :
Duh! Stadion Kanjuruhan Tak Diverifikasi Jelang Bergulirnya Liga 1, Terakhir 2020

Zaida adalah istri keempat Raja Al-Mu'tamid ibn Abbad dari Seville. Dia memiliki seorang putra bernama Sancho. Pada abad kesebelas, seorang keturunan Sancho menikahi Earl of Cambridge. Inilah titik kuat yang kemudian sambung menyambung menuju Ratu Elizabeth.

Peneliti genealogist Harold B. Brooks-Baker, publisher of Burke’s Peerage, Britain’s guide to the nobility, menulis surat kepada Perdana Menteri Inggris saat itu Margaret Thatcher. Menurut Harold, "darah Muhammad mengalir di dalam pembuluh darah Ratu,” Menurut Harold, klaim ini pengetahuan umum di antara para pemimpin Muslim. 

Implikasi klaim ini cukup luas. Jika itu benar, maka Ratu Elizabeth berhubungan darah juga dengan Raja Mohammed VI dari Maroko. Juga berhubungan darah dengan Raja Abdullah II dari Yordania. Bahkan Ratu juga berhubungan darah dengan Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran.

Sejarawan Inggris David Starkey menyatakan "raja abad pertengahan Spanyol dan kerajaan Islam memang sangat dekat.” Pada saat yang sama, "perkawinan antara keluarga kerajaan Inggris dan Spanyol" telah umum sepanjang sejarah. 

Tapi tak semua ahli setuju dengan itu. Lesley Hazleton, seorang akademisi dan penulis yang berfokus pada agama dan politik mengkritik klaim itu sebagai "clickbait." 

Baca Juga :
Mengerikan! Begini Kronologi Lengkap Tragedi Kanjuruhan

Ini hanya berita sensasi untuk menarik perhatian. Tak ada data sangat kuat yang membenarkannya. Ia sejenis gutak gatuk, mencocok- cocokan saja. Klaim ini bertumpu pada gagasan bahwa Zaida dari Seville adalah putri Abu al-Qasim Muhammed Ibn Abbad, yang, pada gilirannya, diturunkan dari Nabi (SAW). 

Namun, asal-usul Zaida sendiri masih bisa diperdebatkan. Karena alih-alih menjadi putri Abu al-Qasim, ia hanya menikah dengan keluarganya. Ahli lain juga menolak klaim itu secara matematika. Ujarnya, seorang anak yang lahir pada tahun 1947, akan memiliki total 1.024 kakek-nenek pada generasi kesembilan.

Bayangkan! Jika generasi kesembilan saja menghasilkan 1024 kakek- nenek, bagaimana dengan generasi ke 43? Itu menghasilkan ratusan ribu kakek- nenek buyut bagi Ratu Elizabeth II.

Dengan adanya kesenjangan catatan sejarah, tidak ada bukti genetik, sulit untuk membuktikan hubungan seorang putri Muslim abad ke-11 dan seorang ratu Inggris abad ke-20. Apalagi untuk menghubungkan Ratu abad 21 dengan seorang nabi abad ke-7.

Berawal dari percakapan ringan di WAG Webinar Satupena, saya melakukan riset cepat dan memperoleh pengetahuan baru. Tapi saya tetap meniatkan nyekar ke makam Ratu Elizabeth II. Saya menyelami kisah hidupnya lewat serial The Crown di Netflix, hingga 40 episodes. Agar lebih khusyuk, saya bayangkan saja Ratu Elizabeth memang cucu ke-43 Nabi Muhammad. 

Baca Juga :
Bawaslu Agam Tagih Partisipasi Parpol Awasi Pelaksanaan Pemilu

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA

Rekomendasi Untuk Anda

Jeritan Tragedi Malang

Opini | 04 Oct, 2022 18:35 WIB