• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • Masuk

Tes PCR di Jepang, Hidung Rombongan Bulutangkis Indonesia sampai Mimisan

Pasangan ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan di laga Singapore Open 2022. Foto: PBSI
Pasangan ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan di laga Singapore Open 2022. Foto: PBSI

JAKARTA, kilat.com- Tim Indonesia yang sampai di Jepang untuk Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2022 mengalami insiden ketika tes PCR. Usai sempat mengalami jeda, turnamen bulutangkis bergengsi internasional bakal kembali bergulir demi memanjakan para pencinta olahraga tepok bulu di seluruh dunia khususnya Indonesia.

Turnamen yang bakal bergulir adalah Kejuaran Dunia Bulutangkis 2022, yang akan digelar di Tokyo, Jepang, pada 22-29 Agustus 2022. Indonesia menurunkan 15 wakil di turnamen yang merupakan Grade 1 Badminton World Federation (BWF), dengan mulanya mengirim 16 wakil. Tetapi jelang keberangkatan, PBSI mesti mengubahnya karena mereka memutuskan membatalkan keikutsertaan tiga wakilnya, karena kurang siap.

Mereka adalah tunggal putra, Shesar Hiren Rhustavito, ganda campuran Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso, juga ganda putri Putri Syaikah/Nita Violina Marwah.

Sedangkan tim bulutangkis Indonesia telah tiba di Tokyo, Jepang, pada Kamis (19/08/22) sore waktu setempat. Wakil Merah Putih menempuh waktu 8 jam perjalanan lewat udara untuk dapat sampai di Ibu Kota Negeri Matahari Terbit tersebut, dari Jakarta.

Sesampainya di Tokyo, rombongan segera disambut staf Keduataan Besar Republik Indonesia (KBRI) di sana. Menurut keterangan Instagram resmi KBRI Tokyo, rombongan tim Indonesia untuk Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2022 terpecah menjadi 3. Dua rombongan sampai di Bandara Narita Tokyo pukul 15.55 dan 16.00 waktu setempat.

Baca Juga :
Wakili Indonesia, Wapres Ma'ruf Amin Berikan Penghormatan Terakhir ke Shinzo Abe

Sedangkan rombongan beranggotakan 7 orang sampai di Banadra Haneda Tokyo pukul 21.50 waktu Tokyo.

Usai upacara sambutan di Bandara, seluruh awak tim Indonesia yang telah tiba langsung di bawa ke hotel yang berjarak kurang lebih 72 km, dengan waktu tempuh 1 jam 30 menit dari Bandara.

Setibanya di hotel, seluruh tim diharuskan tes PCR sebagai salah satu syarat protokol kesehatan yang diwajibkan panitia dan pemerintah Jepang.

Namun terjadi sedikit insiden dari tes PCR yang dilakukan tim medis di Jepang bagi para rombongan dan atlet Indonesia.

Dikutip dari akun Twitter Kepala Bidang Hubungan Luar Negeri PP PBSI, Bambang Roedyanto, @RudyRoedyanto, terdapat dua atlet yang mengalami pendarahan setelah lakukan tes PCR.

Baca Juga :
Dubes RI: Perlindungan dan Pembinaan WNI Tugas Diplomat Paling Berat

"PCR disini sadis, 2 pemain kita sampai mimisan… keluhan sdh disampaikan…semua ngeluh krn coloknya terlalu dalam," tweetnya.

Belum diketahui siapa dua atlet yang mengalami pendarahan ringan, tetapi netizen menduga salah satunya yaitu Anthony Ginting. Sedangkan Rudy Roedyanto juga menjawab salah satu pernyataan netizen, yang menyampaikan mengapa tes PCR tak dilakukan tim dokter dari PBSI. Ia menjawab hal tersebut tak diperbolehkan.

Sektor ganda putra masih menjadi tumpuan PBSI menorehkan prestasi tertinggi karena empat pasangan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, dan Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri, dianggap paling siap bersaing. (ara)


Baca Juga :
Temui PM Kishida, Wapres Ma'ruf Amin Bahas Penguatan Persahabatan Indonesia-Jepang

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA