• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • Masuk

Ini Profil Pengacara Semarang Yosep Parera yang Dikabarkan OTT KPK

Ilustrasi gedung KPK
Ilustrasi gedung KPK

JAKARTA, kilat.com- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru saja menciduk seorang pengacara di Semarang, Yosep Parera melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) atas kasus suap perkara MA kemarin.

Seperti yang kami lansir dari laman resmi yosepparera, Jumat (23/9/2022), Yosep Parera adalah seorang pendiri dari firma hukum Law Firm Yosep Parera. Kantor Law Firm Yosep Parera berlokasi di Jalan Semarang Indah Blok D 15 No 32, Tawangmas, Semarang Barat, Semarang.

Melalui keterangan situs tersebut, Yosep mengklaim bahwa dirinya telah menekuni profesi pengacara sejak tahun 200. Yosep juga merupakan Dosen Hukum Bisnis di STIE Widya Manggala Semarang dan host acara terkait hukum di tv lokal dan radio.

Selain itu, ia juga merupakan salah satu pendiri Lembaga Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (LPPH) DPC Peradi Semarang. Melalui laman itu, Yosep juga merinci riwayat pendidikannya mulai dari jenjang S1 hingga doktor yang ia tempuh di Universitas Katolik Soegijapranata Semarang dan Universitas 17 Agustus 1945 Semarang.

Adapun pada bagian spesialis, ia menulis perkara pidana, perkara perdata dan konsultasi hukum.

Baca Juga :
Ikut Jadi Tim Pengacara Putri Candrawathi, Eks Jubir KPK Ferbri Diansyas Tegaskan Tetap Objektif!

"Hidup secara sederhana dan menikmati kesenangan hidup yang bebas dari rasa sakit dan kekacauan jiwa tanpa menyakiti siapapun dalam kehidupan dan membantu sesama sebagai keutamaan dan kewajiban hidup di bumi," demikian ditulis di halaman profil Yosep Parera.

Yosep Parera Akui Beri Suap

Usai ditetapkan sebagai tersangka, Yosep Parera pun buka suara. Dia mengklaim jadi korban sistem dan menyebut setiap aspek di Indonesia memerlukan uang.

"Inilah sistem yang buruk di negara kita, di mana setiap aspek sampai tingkat atas harus mengeluarkan uang. Salah satu korbannya adalah kita," kata Yosep Parera di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Dia bersama rekan pengacaranya Eko Suparno mengaku memberikan suap. Uang itu diberikan agar Koperasi Simpan Pinjam Intidana dinyatakan pailit.

"Saya dan Mas Eko sebagai lawyer mengakui secara jujur menyerahkan uang di Mahkamah Agung, tapi kami tidak tahu dia panitera atau bukan," ungkapnya.

Baca Juga :
Telusuri Kasus Korupsi Hakim Agung Sudrajad Dimyati, Temuan KPK Ini Bikin Geger

"Intinya kami akan buka semua, kami siap menerima hukumannya karena itu ketaatan kami. Kami merasa moralitas kami sangat rendah, kami bersedia dihukum yang seberat-beratnya," pungkas Yosep. (jri)

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA