• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • Masuk

Gelapkan Emas Agunan Nasabah, Mantan Kacab Pegadaian Syariah di Medan Ditahan

Kedua tersangka korupsi Pegadaian Syariah Setia Budi saat ditahan Kejari Medan. (Istimewa)
Kedua tersangka korupsi Pegadaian Syariah Setia Budi saat ditahan Kejari Medan. (Istimewa)

MEDAN, kilat.com- Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan menetapkan tersangka dan menahan mantan Kepala Cabang Pegadaian Syariah Setia Budi Medan Tahun 2021 berinisial A (46) dan anggotanya M (35) terkait korupsi atas raibnya 1,8 kg emas di pegadaian tersebut.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, A langsung dijebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan) Tanjung Gusta Medan, sementara M dijebloskan ke Rutan Perempuan Kelas II A Medan pada Kamis (22/9/2022).

Kepala Kejari (Kajari) Medan Wahyu Sabrudin melalui Kasi Pidsus Agus Kelana menjelaskan, keduanya ditetapkan sebagai tersangka karena dianggap bertanggungjawab atas hilangnya emas di PT Pegadaian Syariah Cabang Setia Budi Medan.

"Berdasarkan hasil audit, akibat kehilangan ini, kerugian negara mencapai Rp 1.825.431.565," ujar Agus dalam keterangannya, Jumat (23/9/2022).

Usai pemeriksaan terhadap beberapa orang saksi dan penyitaan dokumen, kata Agus, Kejari Medan menetapkan dua orang tersangka sebagai pihak yang dapat dimintai pertanggungjawaban dalam perkara ini.

Baca Juga :
Liga 2 Indonesia Ditunda, PSMS Medan Tetap Lakukan Latihan Intensif

"M adalah pegawai pengelola penyimpanan emas yang bertanggungjawab atas hilangnya 36 kredit emas nasabah, dengan estimasi senilai Rp 919.099.000 dan hilangnya 1 kg emas agunan nasabah di PT Pegadaian," jelasnya.

Penggelapan 36 kredit emas ini, lanjut Agus, terungkap setelah adanya nasabah yang meminta ganti rugi karena emasnya tidak ada saat kreditnya lunas.

"Informasi ini kemudian didalami pihak internal yang kemudian melakukan audit. Setelah diaudit, terungkap fakta bahwa sepanjang tahun 2021, atau selama A menjabat sebagai kepala cabang, ada 1 kg emas agunan nasabah yang hilang dari brankas," kata Agus.

Hasil audit ini pun disampaikan ke Kejari Medan yang kemudian melakukan penyelidikan dan penyidikan hingga menetapkan A dan M sebagai tersangka.

"M bertanggungjawab terhadap penyimpanan emas di Pegadaian Kantor Cabang Syariah sejak 2012 hingga 2022. Sedangkan A turut serta melakukan kejahatan ini," jelasnya.

Baca Juga :
Lagi, Gempa Guncang Tapanuli Utara, Berkekuatan M 4,5

Hasil dari kejahatan ini, kata Agus, dinikmati oleh keduanya. Namun, menurutnya antara kedua tersangka tidak ada hubungan khusus.

"Hubungan keduanya antara atasan dan bawahan," imbunya.

Kedua tersangka dikenakan Pasal 2 ayat (1) subs Pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Kontributor: Sandy

Editor: Anggi

Baca Juga :
Kondisi Bocah 4 Tahun Korban Penganiayan di Tanah Karo Terus Membaik, Polisi Sediakan Tim Trauma Healing

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA