• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • Masuk

Miris! Warga Dua Desa di Taliabu Malut Seberangi Lautan untuk Dapatkan Air Bersih

Aktivitas warga Desa Limbo dan Lohobuba ketika mengangkut air bersih dari Desa Beringin Jaya menggunakan perahu. Foto: Istimewa
Aktivitas warga Desa Limbo dan Lohobuba ketika mengangkut air bersih dari Desa Beringin Jaya menggunakan perahu. Foto: Istimewa

MALUT, kilat.com- Derita warga di dua Desa Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara (Malut) masih sulit menikmati air bersih. Desa yang dimaksud adalah Limbo dan Lohobuba, yang masih termasuk wilayah Kecamatan Taliabu Barat.

Kedua desa tersebut berada di satu pulau yang sama, tepatnya di depan pulau panjang Taliabu. Jarak tempuh dari Ibukota Kabupaten Taliabu menuju desa terluar itu sendiri, memakan waktu 1-2 jam lebih menggunakan tranportasi laut.

Sementara jumlah penduduk di desa Limbo dan Lohobuba mencapai ribuan. Meski demikian, belum ada langkah yang mampu mengatasi mayoritas kebutuhan warga setempat.

Misalnya persoalan air bersih di desa sekitar masih mengalami krisis berkepanjangan dari dahulu kala.

Bagaimana cara warga dua desa ini mendapatkan air bersih?

Kepala Desa Limbo, Irfan Abidin mengaku warga dua desa tersebut mengalami kesulitan air bersih sejak lama, sebelum Taliabu dinobatkan sebagai daerah otonom.

Baca Juga :
Terdakwa Penyalahgunaan BBM Subsidi di Taliabu Malut Divonis 7 Bulan Penjara

Namun untuk mendapatkan air bersih, kata Irfan, warganya harus menyeberangi lautan menggunakan perahu ke Desa Beringin Jaya, dengan jarak kurang lebih 3 kilometer.

"Kalau untuk air minum itu mereka ambil di beringin saja memakai sampan (perahu) masing-masing," kata Irfan, dihubungi kilat.com, via telepon seluler, Jum'at (23/9/2022).

Disamping itu, warga yang memiliki loangboat (perahu bermesin) mengeluh akibat naiknya harga BBM.

Irfan bilang, aktivitas pengambilan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari dilakukan setiap saat.

"Tergantung kesiapan galon (Untuk tampung air) di rumah masing-masing itu banyak mungkin bisa jadi perminggu," ujarnya.

Baca Juga :
Sulteng Batasi Impor Pangan, Bagaimana Nasib Ketergantungan di Pulau Taliabu?

Fakta lainnya, warga dua desa ini belum dapat membuat sumur pribadi, lantaran kapasitas tanah yang tidak mendukung.

Adakah langkah Pemerintah Daerah melihat masalah ini?

Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Taliabu sejauh ini belum memberikan solusi untuk masalah tersebut.

Pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Taliabu bahkan belum bisa mengambil langkah.

Sebenarnya, proyek pengadaan pipa untuk penyaluran air bersih ke desa Limbo sudah dilakukan pada tahun 2018 oleh balai.

Pekerjaannya selesai sampai dengan tahun 2019, akan tetapi distribusi air lewat proyek mega ini belum terealisasi.

Baca Juga :
Laju Inflasi di Taliabu Maluku Utara Capai 2,51 Persen

Diketahui, pemasangan pipa bawa laut sepanjang 11 kilometer dari desa Beringin ke Limbo menggunakan APBN sebesar Rp40 miliar.

"Pipa masuk 2018 yang dikerjakan oleh balai. Tapi sampai sekarang belum terwujud," ucap Irfan.

Langkah Pemerintah Desa menjawab krisis air bersih

Selaku Kepala Desa Limbo, Irfan terus berupaya agar masyarakatnya bisa segera keluar dari zona ketergantungan air bersih.

Irfan menyampaikan, Pemerintah Desa telah berkoordinasi dengan beberapa dinas mengenai air bersih.

"Kemarin (Beberapa waktu lalu) kami ada rapat lagi dengan Dirut PDAM, PUPR kemudian BAPPEDA, mungkin di 2023 mereka lanjut pekerjaan ini," aku Kades.

Baca Juga :
Sambangi Maluku Utara, Presiden Jokowi Disambut Meriah Gubernur dan Pangdam

Irfan mengatakan, terkahir warga mendapatkan air bersih lewati pipa pada bulan Desember tahun 2021 kemarin.

Pernyataan Bupati Taliabu, Aliong Mus soal krisis air bersih yang dialami warganya

Melihat masalah kebutuhan dasar yang di alami dari tahun ke tahun oleh penduduknya, Bupati Taliabu, Aliong Mus naik pitam.

Orang nomor satu di Taliabu itu bahkan pernah mengancam agar BPK RI Perwakilan Maluku Utara melakukan audit anggaran proyek pipa di desa Limbo.

"Saya minta anggaran proyek pengadaan air bersih tersebut di audit. Saya curiga pekerjaannya bermasalah. Itukan aneh," tegas Aliong Mus, doc tahun 2021.

Kontributor: La Ode

Baca Juga :
Jokowi Turun Langsung ke Sultra dan Malut Pastikan Bansos Sampai ke Warga Sulit Terjangkau

Editor: Anggi

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA