• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • Masuk

Polisi Selidiki Viralnya Uang Palsu Dipakai Transaksi di Resto Bekasi

Masyarakat diminta lebih berhati-hati lagi terhadap peredaran uang palsu di bulan Ramadhan 2022 nanti. Foto: Ant/Dhemas Reviyanto
Masyarakat diminta lebih berhati-hati lagi terhadap peredaran uang palsu di bulan Ramadhan 2022 nanti. Foto: Ant/Dhemas Reviyanto

JAKARTA, kilat.com- Sebuah video menunjukkan seorang karyawan wanita di sebuah restoran makanan pempek menangis karena mendapatkan uang palsu dari pembelinya.

Peristiwa tersebut terjadi di Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat. Polisi pun menyelidiki kasus tersebut.

Kapolsek Bantargebang AKP Samsono mengatakan kepolisian belum mendapatkan laporan terkait informasi beredarnya uang palsu tersebut. Polisi akan menyelidikinya.

"Saya belum monitor. Nanti coba saya lidik (selidiki) dulu," ujar Samsono dikutip dari detik, Kamis (22/9/2022).

Viral di Media Sosial

Baca Juga :
Polri Ambil Berkas P-21 Kasus Ferdy Sambo di Kejagung

Mulanya, beredar sebuah video yang memperlihatkan seorang wanita memegang uang lembar senilai Rp 100 ribu. Ia terlihat menangis.

"Di Bekasi lagi beredar nih uang palsu Rp 100 ribuan. Yang jadi korban (menyebut nama restoran pempek). Kapan nih mbak?" ujar perekam.

"Baru," kata wanita sambil mengusap air matanya.

"Baru, ya Allah, tabah ya, Mbak," lanjutnya.

Perekam video tersebut, Rian (29), mengungkap kronologi peristiwa tersebut. Peristiwa itu terjadi saat ia bersama istrinya mengunjungi rumah makan tersebut di sekitar Bantargebang, Bekasi.

Baca Juga :
Gagal Menyalip, ASN Asal Surabaya Tewas Dihantam Truk di Mojokerto

"Ketika itu saya dan istri kaget melihat karyawan menangis setelah mendapatkan uang palsu dan saya seketika membuat video dengan tujuan agar warga masyarakat dan khususnya warga Bekasi dan sekitarnya agar lebih berhati-hati dan tidak ada korban lagi," kata Rian.

Rian menyebut uang palsu yang diterima karyawan itu bernominal Rp 100 ribu. Karyawan mengeceknya dengan alat khusus pendeteksi uang palsu.

"Waktu itu karyawan sedang menghitung uang dari hasil penjualan, dan seperti nada yang terdengar karyawan panik melihat uang yang berbeda dari uang yang lainnya, setelah dicek, diraba, dan dilihat dengan alat khusus pendeteksi uang yang ada di tempat usaha (menyebut rumah makan pempek), benar uang itu palsu dan saat itu juga karyawan menangis," tutur Rian.

Rian tidak sempat meraba uang palsu itu. Ia tidak mengetahui apakah rumah makan pempek tersebut melapor ke polisi atau tidak.

Rian pun memviralkan kejadian itu di media sosial. "Setelah saya post di FB khusus warga terdekat, ternyata banyak para pedagang yang sudah menjadi korban," jelas Rian. (dav)

Baca Juga :
CCTV Jadi Kunci Penangkapan Ibu Muda di Mojokerto Curi Motor di Minimarket

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA