• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • Masuk

Heboh! Emak-emak di Taliabu Malut Tagih Biaya Persalinan ke Mantan Suami di Medsos, Polisi Turun Tangan

Ilustrasi Ibu Menyusui (Foto:Pixabay)
Ilustrasi Ibu Menyusui (Foto:Pixabay)

MALUT, kilat.com- Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) atau emak-emak di Taliabu Maluku Utara (Malut), Devi Natalia Sapal menghebohkan dunia maya.

Hal itu lantaran, postingannya di group Facebook viral, karena menagih biaya persalinan kepada Lukman Tari, yang diduga mantan suaminya.

Fransiskus Farlis Sapal, diketahui selaku kakak kandung Devi juga menyampaikan hal yang sama di media sosial (medsos).

Fransiskus menulis, mereka sekeluarga atas nama Sapal Patara meminta pertanggungjawaban atas apa yang terjadi.

"Yang mana telah diproses dan sampai saat ini belum juga selesai," tulis akun facebok@ Fransiskus.

Baca Juga :
Polemik Warga dengan Perusahaan Tambang di Taliabu Malut Terus Berlanjut, Jalan Masih Diblokir

Sebelumnya, permasalahan ini telah ditangani Polsek Taliabu Barat, tertanggal 19 Februari 2022 lalu.

Polisi melakukan mediasi dengan membuat surat pernyataan yang ditandatangani oleh Devi dan Lukman serta pihak ketiga.

Dalam isi surat tercantum, Lukman diminta agar membayar biaya persalinan anak yang dikandung Devi sebesar Rp20 juta.

Kabarnya, karena Lukman telah memiliki istri sebelum menikah dengan Devi. Istri pertamanya kemudian meminta Devi agar meninggalkan Lukman.

Pihak keluarga Devi pun menerima permintaan istri Lukman. Karena itu, mereka meminta Lukman membayar biaya persalinan Devi selama mengandung.

Baca Juga :
Perangkat Desa di Taliabu Maluku Utara Geruduk Kantor DPRD, Tuntut Hal Ini

Keduanya kemudian menandatangani persetujuan pernyataan itu diatas materai 10.000, yang dibuat polisi.

Sementara Lukman diberikan waktu selama 5 bulan, sejak tanggal 19 Februari hingga 19 Juli 2022.

Kanit Reskrim Polsek Taliabu Barat, Bripka Justin Ajis membenarkan laporan tersebut.

"Setelah buat pernyataan itu, tidak ada hubungan. Sampai dengan melahirkan dan lewat waktu, belum-belum juga ada upaya yang diberikan oleh si Lukman ini," ungkap Justin, dirilis Kamis (22/9/2022).

Selanjutnya, polisi akan melakukan mediasi kedua karena pihak keluarga Devi meminta kepastian sesuai perjanjian.

Baca Juga :
20 Polisi Diduga Melanggar hingga Tembak Gas Air Mata saat Tragedi Kanjuruhan

Setelah itu, kata Justin, Lukman meminta agar diberikan lagi waktu sampai apa yang dicapai terwujud.

"Sementara pihak korban maunya secepatnya," imbuhnya.

Justin bilang, sejauh ini polisi masih meneliti apakah pernyataan yang dibuat ada dugaan unsur penipuan atau tidak.

"Karena ini perdata, jikalau ini adalah wanrestasi (ingkar janji), maka jalannya kita akan pertemukan kembali. Karena ini dilaporkan adalah bagian dari penipuan maka kami harus lihai melihat unsur penipuan ini tadi," jelasnya.

Justin menjelaskan, dalam konteks hukum suatu perkara dipandang sesuai aturan yang berlaku.

Baca Juga :
Soal Kasus KDRT Rizky Billar ke Lesti Kejora, Polisi: Ini Bukan Rekayasa

"Jadi yang saya lihat dia (postingannya) berdampak ke kami, terkesan lambat penanganannya," kata Justin.

Sampai sekarang, polisi terus mengawasi upaya yang dilakukan Lukman dan Devi.

Kontributor: La Ode

Editor: Anggi

Baca Juga :
Anggota Bawaslu di Sula Malut Ditetapkan Tersangka, Terlibat Kasus yang Menewaskan Orang

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA