• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • Masuk

Survei Charta: Kepercayaan Publik ke Polri Menurun Drastis di Angka 55%

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (tengah) bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/8/2022). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/rwa.
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (tengah) bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/8/2022). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/rwa.

JAKARTA, kilat.com- Charta Politika Indonesia melakukan survei soal tingkat kepercayaan masyarakat kepada lembaga tinggi negara.

Hasilnya memperlihatkan adanya penurunan tingkat kepercayaan publik terhadap Polri.

Survei Charta Politika ini dilakukan dengan metode wawancara tatap muka dan metode sampling dengan jumlah sampel 1.229 dan margin of error 2,82%.

Survei dilakukan pada periode 6-13 September 2022, dengan wilayah survei semua kelurahan atau desa. Kriteria responden minimal berusia 17 tahun atau sudah memenuhi syarat pemilihan.

Dalam surveinya, responden memberikan satu pertanyaan.

Baca Juga :
20 Polisi Diduga Melanggar hingga Tembak Gas Air Mata saat Tragedi Kanjuruhan

"Menurut pendapat bapak/ibu/saudara di antara lembaga tinggi negara di bawah ini, apakah bapak/ibu/saudara sangat percaya, cukup percaya, atau tidak percaya sama sekali?"

Berdasarkan hasil survei, lembaga TNI dinilai sebagai lembaga tertinggi yang paling dipercaya, dilanjutkan dengan Presiden dan Mahkamah Konstitusi (MK).

"Lembaga TNI dinilai sebagai lembaga tinggi negara yang paling dipercaya oleh publik. Diikuti berikutnya oleh Presiden dan Mahkamah Konstitusi," Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya dalam rilis yang digelar secara daring, Kamis (22/9/2022).

Berikut ini hasil survei Charta Politika Indonesia terkait tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga tinggi negara:

Sangat Percaya

TNI: 14%

Baca Juga :
Soal Kasus KDRT Rizky Billar ke Lesti Kejora, Polisi: Ini Bukan Rekayasa

Presiden: 9%

Mahkamah Konstitusi: 5%

Kejaksaan Agung: 4%

MPR: 5%

Mahkamah Agung: 5%

Baca Juga :
Buntut Kasus KDRT, Rizky Billar Ogah Penuhi Pemeriksaan Polda Metro Jaya!

KPK: 7%

DPD: 3%

Polri: 4%

DPR: 3%

Percaya

TNI: 71%

Baca Juga :
Pangdam V Brawijaya Tawarkan Korban Tendangan Prajurit Kanjuruhan Masuk TNI

Presiden: 64%

Mahkamah Konstitusi: 64%

Kejaksaan Agung: 63%

MPR: 62%

Mahkamah Agung: 61%

Baca Juga :
Kondisi Bocah 4 Tahun Korban Penganiayan di Tanah Karo Terus Membaik, Polisi Sediakan Tim Trauma Healing

KPK: 57%

DPD: 55%

Polri: 51%

DPR: 52%

Mayoritas Responden Tak Percaya Polri Transparan di Kasus Duren Tiga

Baca Juga :
Polisi Buru OTK Penembak Bendahara Camat Medan Barat

Selain itu, Charta Politika mempertanyakan soal kepercayaan publik terhadap penanganan kasus polisi tembak polisi. Hasilnya mayoritas menilai pengungkapan kasus tersebut tidak transparan.

Hasilnya:

Transparan: 32,4%

Tidak Transparan 62,4%

Tidak Jawab: 5,2%

Baca Juga :
Polisi Segera Panggil Baim Wong Buntut Kasus Prank Laporan KDRT

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA