• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • Masuk

Kasus Siswi SMA di Bogor Buktikan Haid dengan Buka Celana, Dokter Boyke: Itu Pelecehan Seksual

Dokter Boyke. Foto: ANTARAFOTO
Dokter Boyke. Foto: ANTARAFOTO

JAKARTA, kilat.com- Viral di media sosial kabar soal para siswi di SMA Negeri I Dramaga, Bogor diminta membuka celana untuk membuktikan sedang mengalami menstruasi. Hal ini karena beberapa murid tidak ikut salat Duha berjamaah yang rutin digelar di sekolah setiap hari Jumat.

Guru kemudian ingin mengetes kejujuran siswi tersebut untuk mengetahui apakah mereka benar-benar datang bulan atau hanya alasan agar tak ikut menjalankan ibadah.

Juru Bicara SMA Negeri I Dramaga, Baitul Harahap mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (16/9/2022). Para siswi yang tidak salat disebut dikumpulkan oleh guru perempuan di sebuah ruangan. Menurut Harahap, guru tersebut hanya menanyakan apakah siswi yang tidak ikut salat ini sedang menstruasi atau tidak.

"Jadi hanya menanyakan begitu aja, 'kamu datang bulan?'. Terus ada juga anak-anak ditanya ibu gurunya, 'kamu sudah selesai datang bulannya, cuma belum mandi wajib' juga dipisahkan lagi," tuturnya.

Harahap mengakui adanya pemeriksaan tersebut, tetapi tidak sampai meminta membuka celana dalam, seperti yang beredar di media sosial. Harahap mengatakan pihaknya 'hanya' meraba bagian rok belakang siswi dan itupun dilakukan oleh sesama murid perempuan.

Baca Juga :
DPRD Kabupaten Bogor Apresiasi TNi dalam Kontribusi Pembangunan Daerah

Menanggapi hal tersebut pakar seks dr Boyke Dian Nugraha, SpOG menegaskan jika pemeriksaan menstruasi diperlukan, hanya bisa dilakukan dengan cara melihat benar-benar darah pada pembalut wanita. Tindakan memegang rok wanita untuk memastikan ada pembalut justru merupakan pelecehan seksual.

Ia menambahkan, melihat langsung darah pada pembalut menjadi satu-satunya cara untuk memastikan wanita sedang menstruasi. Tidak bisa dengan mengecek celana dalam, apalagi melihat organ intim.

Sama seperti pada pria, mengecek organ intim untuk mengecek onani dan mimpi basah, bahkan oleh sesama pria, juga merupakan aksi pelecehan. (cen)

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA