• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • Masuk

Pembelaan Lukas Enembe Soal Beli Arloji Rp500 Juta: Uang Pribadi!

Gubernur Papua Lukas Enembe. Foto: Pemerintah Provinsi Papua
Gubernur Papua Lukas Enembe. Foto: Pemerintah Provinsi Papua

JAKARTA, kilat.com- Gubernur Papua Lukas Enembe melalui penasihat hukumnya, Aloysius Renwarin memberi tanggapan atas pernyataan Menkopolhukan Mahfud MD bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Aloysius awalnya merespon soal tawaran penyidik kasus dugaan korupsi yang menjerat Enembe duhentukan jika tidak ditemukan bukti yang kuat. Aloysius menyebutkliennya pasti bakal memberikan penjelasan mengenai gratifikasi Rp1 miliar sebagaimana yang dituduhkan KPK.

"(Sumber uang) iya pasti akan dijelaskan. Kita sekarang bicara panggilan KPK khusus untuk gratifikasi Rp1 miliar itu," katanya, Rabu (21/9/2022).

Dia mengklaim uang Rp1 miliar tersebut merupakan milik pribadi Enembe yang kemudian digunakan untuk biaya pengobatan di Singapura.

Uang yang Rp1 miliar itu kan nanti akan dijelaskan itu uang pribadi. Kemudian ditransfer ke rekeningnya ketika beliau berobat ke Singapura," imbuhnya.

Baca Juga :
Dikritik Gegara Periksa Anies Baswedan Kasus Formula E, KPK Tegaskan: Kami Tidak Takut!

 Aloysius juga membantah temuan PPATK soal arloji seharga setengah miliar yang dibeli Enembe. Ia menjelaskan bahwa kliennya membeli arloji di Dubai, Uni Emirat Arab, menggunakan uang pribadi. Harganya, klaim dia, tidak sampai setengah miliar.

"Pokoknya dia bilang kan berapa dolar (Singapura) begitu. Kalau Rp500 juta kan, masa arloji Rp500 juta. Hanya beberapa dolar begitu," kata Aloysius yang mengaku tidak mengetahui merek arloji tersebut.

"Di Dubai. Ya, uang pribadi. Mau pakai uang negara dari mana mau beli. Pada saat jalan kan di bandara kan ada orang jual, ya beli," sambungnya.

Hingga saat ini KPK masih belum bisa melakukan pemeriksaan terhadap Enembe. Hal itu lantaran simpatisan menjaga kediaman Lukas Enembe.

Baca Juga :
Tegas! Ogah Penuhi Panggilan Penyidikan, KPK Blokir Rekening Istri-Anak Lukas Enembe

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA