• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • Masuk

Terkuak! Ini Motif dan Kronologi Pembunuhan di Desa Todoli Taliabu Malut

Ilustrasi pembunuhan. Foto: Pixabay
Ilustrasi pembunuhan. Foto: Pixabay

MALUT, kilat.com- Kasus pembunuhan yang dilakukan AA alias La Bagong (41) dengan korban HB (47) dua pekan lalu terus diselidiki kepolisian. Peristiwa itu terjadi di Desa Todoli, Kecamatan Lede, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara (Malut).

Setelah beberapa pekan usai peristiwa tersebut, polisi baru menyimpulkan kronologi serta motif pembunuhan ini.

Kanit Reskrim Polsek Taliabu Barat, Bripka Justin Ajis baru mendapat keterangan dari istri korban. Kepada polisi, istri korban mengaku kejadian berawal dari salah paham antara korban dan pelaku.

"Motifnya kesalah pahaman sehingga menimbulkan ketersinggungan dari pihak korban," ucap Justin, Rabu (21/9/2022).

Justin bilang, keduanya merupakan karyawan harian lepas di perusahaan PT. Malut Membangun. Pelaku selaku pengawas, sedangkan korban bekerja sebagai sopir truk pengangkut material.

Baca Juga :
Polemik Warga dengan Perusahaan Tambang di Taliabu Malut Terus Berlanjut, Jalan Masih Diblokir

Kurang lebih selama 1 bulan tidak ada aktifitas penimbunan, sehingga korban pending kerja untuk beberapa waktu.

Selanjutnya, awal kejadian berlangsung saat itu, korban berada di mess tempat tinggalnya bersama sang istri di area perusahaan.

Korban diketahui menggunakan mesin las besi milik PT. Malut Membangun. Kemudian, pelaku yang merupakan pengawas datang menegur korban karena memakai mesin tersebut yang dilarang digunakan di luar jam kerja.

Korban memanfaatkan mesin itu untuk mencari nafkah di luar pekerjaan resmi di perusahaan.

"Kata Istri almarhum benar bahwa kita gunakan (mesin las) itu. Tetapi pengakuan istri korban, itu mereka gunakan itu, karena perusahaan sementara break lalu gaji belum diberikan selama 1 bulan lebih," ungkap Justin.

Baca Juga :
Perangkat Desa di Taliabu Maluku Utara Geruduk Kantor DPRD, Tuntut Hal Ini

Lanjut Justin, istri korban beranggapan bahwa pelaku kala itu menegur korban seperti ingin menguasai mesin tersebut.

"Kata istri korban, pelaku seolah-olah mesin itu dia mau ambil untuk dikuasai, sehingga terjadi kesalah pahaman di situ," ujar Justin, mengutip pernyataan istri korban.

Tambah Justin, sementara upah hasil dari mesin las yang digunakan korban itu dibagikan juga ke karyawan lainnya.

Dari sini lah awal korban dan pelaku kemudian beradu mulut karena hingga berujung penikaman.

Justin menyampaikan, dalam waktu dekat berkas kasus penikaman ini akan diserahkan ke Kejari Taliabu.

Baca Juga :
Miris! Ini Motif Satu Keluarga di Lampung Dibunuh dan Dibuang ke Septic Tank

"Berkasnya akan kita tahap 1 ke jaksa. Sementara saksi yang diperiksa sudah lima orang," jelasnya.

Atas perbuatannya, pelaku disangkakan dengan pasal 338 subsider 340 KUHP terkait pembunuhan berencana.

Kontributor: La Ode

Editor: Anggi

Baca Juga :
Anggota Bawaslu di Sula Malut Ditetapkan Tersangka, Terlibat Kasus yang Menewaskan Orang

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA