• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • Masuk

Polri Sebut Polisi yang Lakukan 'Obstruction of Justice' Terancam 10 Tahun Penjara

Perkembangan Kasus Brigadir J Terbaru, Ini 6 Hal yang Diketahui (Foto: Istimewa)
Perkembangan Kasus Brigadir J Terbaru, Ini 6 Hal yang Diketahui (Foto: Istimewa)

JAKARTA, kilat.com- Direktur Siber Bareskrim Polri, Brigjen Asep Edi Suheri, menjelaskan pasal-pasal yang bisa dikenakan kepada para polisi yang melakukan 'obstruction of justice'. Bentuk-bentuk perintangan penyidikan itu di antaranya mengganti CCTV, pemindahan, perusakan, atau menyuruh memindahkan barang bukti.

"Ini ancamannya lumayan tinggi," kata Asep Edi Suheri dalam jumpa pers, Jumat (19/8/2022).

Asep menyebut sejumlah pasal. Dari UU ITE, dia menyebut Pasal 32 dan 33. Kedua pasal itu memuat ancaman pidana 8,9, hingga 10 tahun penjara.

Asep juga menyebut KUHP, yakni Pasal 221 dan Pasal 223. Masing-masing pasal obstruction of justice itu mengandung ancaman 9 bulan dan 2 tahun 8 bulan kurungan. (cen)

Baca Juga :
Dua Mantan Pegawai KPK Jadi Pengacara Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, Miliki Tugas Berbeda

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA