• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • Masuk

Gus Samsudin Akan Lapor Pesulap Merah Lagi ke Polres Blitar, Ini Alasannya

Gus Samsudin Jadab pendiri Padepokan Nur Dzat Sejati
Gus Samsudin Jadab pendiri Padepokan Nur Dzat Sejati

SUARABAYA, kilat.com- Gus Samsudin menegaskan akan kembali melaporkan Pesulap Merah ke Polres Blitar atas tudingan dan perusakan di Padepokan Nur Dzat Sejati di Blitar Jawa Timur.

Hal ini diungkapkan oleh Samsudin setelah menjalani pemeriksaan terkait laporan pertamanya terhadap Pesulap Merah di Polda Jawa Timur, Surabaya, Jumat (12/8/2022)

"Kami tidak hanya melaporkan di Polda Jatim tapi juga di Polres Blitar, bukan hanya tentang pencemaran nama baik, tapi juga tentang kerusuhan dan juga perusakan yang diakibatkan oleh kedatangan dari Bang Marcel," kata Samsudin.

Laporan kedua yang dilakukan Smasudin terhadap Pesulap Merah ini akan dilaporkan ke Polres Blitar. Namun, saat ini kuasa hukumnya pun sedang mempersiapkan berkas-berkasnya.

"Insya Allah segera ke polres, ini masih kami persiapkan laporan kami ke Polres Blitar," ucapnya.

Baca Juga :
Misteri Koper Biru Tergeletak di Depan Polda Metro, Kabid Humas Polda Metro Bongkar Isi Temuan!

Priarno selaku Kuasa Hukum Samsudin mengatakan bahwa laporan ini berdasarkan tuduhan pada tiga kejadian yang dilakukan oleh Pesulap Merah. Pertama yakni, tudingan Pesulap Merah kepada kliennya terkait pengobatan yang menggunakan trik sulap dan penipuan.

"Lalu terlapor datang ke padepokan, tanggal 20 Juli sekitar pukul 15.00 WIB, tanpa koordinasi, tanpa perjanjian dan malah tanpa beradab, tanpa beretika, tanpa sopan santun," ucapnya.

Priarno mengungkapkan akibat kehadiran Pesulap Merah itu terdapat peralatan elektronik pemerintah desa sekitar yang diretas. Bahkan pada beberapa hari kemudian padepokan pun didatangi sejumlah massa hingga melakukan pengerusakan.

Ia mengklaim bahwa sekelompok massa itu terafiliasi oleh pernyataan-pernyataan dari PEsulap Merah. Karena itu pun dia melaporkan kejadian tersebut kepada pihak yang berwajib.

"Opininya tergiring oleh terlapor, tergiring oleh perbuatan terlapor yang sedemikian pencemarannya, penyerangan terhadap harkat martabatnya Gus Samsudin, akhirnya opininya seperti itu, dampaknya seperti itu," pungkas dia.

Baca Juga :
Polda Jateng Dalami Barang Bukti Penyebab Ledakan di Sukoharjo

Klaim Alami Kerugian

Samsudin juga mengklaim mengalami kerugian akibat dicabutnya izin Padepokan. Ia juga mengklaim pembangunan pesantrennya terhenti. Samsudin mengaku ia sedang membangun pesantren di kompleks padepokannya. Pesantren itu dihuni oleh para pengikut dan santri yang ingin belajar pengobatan kepadanya.

"Kalau untuk (kerugian-red) pribadi nggak masalah, ini untuk pondok pesantren. Ponpes kan sedang dalam taraf pembangunan," kata Samsudin.

Akibat dicabutnya izin, maka praktik pengobatan Samsudin dan kegiatan lain di padepokan pun terhenti. Hal itu pun berpengaruh pada pembangunan pesantren.

"Sekarang kan terhenti pembangunan ponpesnya, jadi masalahnya di pondok," ujarnya.

Sementara untuk dirinya pribadi, Samsudin mengaku tak terlalu mengalami kendala meski tak bisa membuka praktiknya. Ia mengaku masih memiliki bisnis lain.

Baca Juga :
LPSK Bongkar Alasan Putri Candrawathi Gagal Dapat Perlindungan Soal Dugaan Pelecehan

"Ya alhamdulillah sih, saya sih ya biasa saja lah, punya usaha yang lain juga. Selain itu, apapun yang didapatkan dari padepokan kan untuk pembangunan ponpes untuk santri-santri, anak-anak yang ada di padepokan, ini sedang kami usahakan," pungkas dia.

Sebelumnya, Samsudin melaporkan Marcel Radhival atau yang dikenal sebagai Pesulap Merah ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jawa Timur (Jatim), Rabu (8/2/2022). Marcel dianggap telah mencemarkan nama baik Samsudin di YouTube. Selain itu ia juga dipolisikan dengan tuduhan ujaran kebencian. (jri)

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA