• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • Masuk

Polri Setop Penanganan Kasus Pelecehan Terhadap Istri Ferdy Sambo, Ini Pernyataan Lengkapnya!

Foto: Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi (Dok Polri)
Foto: Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi (Dok Polri)

JAKARTA, kilat.com- Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi mengatakan bahwa kepolisian telah menyetop laporan dugaan pelecehan seksual terhadap istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Diketahui, laporan ini sempat ditangani oleh Polres Mentro Jakarta Selatan dan Polda Metro Jaya yang pada akhirnya diambil alih Bareskrim Polri.

Andi menyebut terdapat dua laporan yang dihentikan, dengan terlapor Brigadir J. Laporan pertama yakni tentang dugaan percobaan pembunuhan terhadap Bharada E dan dugaan kekerasan seksual terhadap Putri Candrawathi.

Hal ini disampaikan Andi di Mabes Polri, pada Jumat malam (12/8/2022) setelah gelar perkara yang dipimpin langsung oleh Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto. Andi menyebut penyetopan kasus ini karena tak ditemukannya adanya peristiwa pidana.

Berikut pernyataan lengkap Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian:

Pada malam hari ini saya beserta tim penyidik didampingi dari Divhumas, akan menyampaikan beberapa hal, yang pertama bahwa tadi sore tim penyidik yang dipimpin langsung oleh Bapak Kabareskrim. Kita telah melaksanakan gelar perkara terkait dua laporan polisi yaitu laporan polisi yang pertama LP368/A/VII/2022/SPKT/Polres Metro Jakarta Selatan tanggal 8 Juli 2022 tentang dugaan tindak pidana percobaan pembunuhan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338 KUHP junco Pasla 53 KUHP.

Baca Juga :
Mengerikan! Begini Kronologi Lengkap Tragedi Kanjuruhan

Di mana terkait laporan ini tempatnya di Jakarta pada hari Jumat tanggal 8 Juli 2022 sekira pukul 17.00 WIB bertempat di Komplek Duren Tiga nomor 46 kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan. Pelapornya adalah Briptu Martin Gabe atau anggota Polres Metro Jakarta Selatan, korbannya adalah Bharada Richard atau Bharada RE, terlapor Brigadir Yoshua.

Kemudian laporan polisi yang kedua yaitu LPB1630/VII/2022/SPKT/Polres Metro Jakarta Selatan Polda Metro Jaya tanggal 9 Juli 2022 tentang kejahatan terhadap kesopanan dan atau perbuatan memaksa seseorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan dan atau kekerasan seksual, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289 KUHP dan atau Pasal 335 KUHP dan atau Pasal 4 juncto Pasal 6 Undang-Undang RI nomor 12 tahun 2022 tentang tindak pidana kekerasan seksual.

Di mana waktu kejadian diduga pada hari Jumat tanggal 8 Juli sekitar pukul 17.00 WIB bertempat Komplek Polri Duren Tiga, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, dengan pelapor Putri Candrawathi, korbannya juga sama. Terlapornya Nofriansyah Yoshua.

Berdasarkan hasil gelar perkara tadi kedua perkara ini kita hentikan penyidikannya karena tidak ditemukan peristiwa pidana. Bukan merupakan peristiwa pidana sebagaimana rekan-rekan ketahui bahwa saat ini juga Bareskrim menangani LP terkait dugaan pembunuhan berencana dengan korban almarhum Brigadir Yoshua. Berdasarkan hasil gelar tadi perkara ini dihentikan penanganannya. (jri)

Baca Juga :
Kapolri Beberkan 5 Poin Penting Terkait Tragedi Kanjuruhan

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA