• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • Masuk

Tuai Kritik dari Warga Soal BLT, Kades di Taliabu Malut Ini Siap Dipenjara

Ilustrasi BLT. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi BLT. (Foto: Istimewa)

MALUT, kilat.com- Cosmos Batubara, Kepala Desa (Kades) Minton, di Pulau Taliabu, Maluku Utara (Malut) dipersoalkan. Comsos menuai kritik dari warganya mengenai beberapa permasalahan di Desa.

Menurut laporan warga setempat, Kades diduga menggelapkan anggaran di tahun sebelumnya. Seperti Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) tahun 2019 terhitung 7 bulan dan 3 bulan di 2022 belum terbayarkan.

Warga juga mempersoalkan program pembangunan jalan rabat beton di Desa yang tidak diselesaikan. Hal ini pun dibenarkan oleh Kades Minton, Comsos Batubara, usai ia diperiksa oleh pihak Inspektorat Taliabu.

Comsos kini pasrah dengan kondisi yang menimpanya sembari berharap dipecat dari jabatan Kades. Comsos mengaku tidak memiliki anggaran di Desa untuk membayar tunggakan, baik gaji maupun bantuan.

Menurutnya, tidak sedikit Kades di Taliabu menggunakan pinjaman uang bunga untuk menutup utang di Desa.

Baca Juga :
Kabar Gembira! Ratusan Warga di Taliabu Bakal Terima Bantun Rumah dari Kemensos

"Saya sekarang posisinya tidak punya apa-apa, terus saya mau bayar (BLT-DD) harus saya pinjam uang bunga lagi Rp80 juta, bunga 30 persen," beber Cosmos.

Karena itu, Comsos tidak peduli dengan kritikan warga yang pada akhirnya berujung pemecatan.

"Lebih baik biar saja kau demo, kau apa, ujung-ujungnya Bupati kasih berhenti juga, kalau tidak ada yah penjara. Dari pada mau paksa saya juga mau ambil uang dimana," tegasnya.

Selain itu, Comsos menjelaskan baru membayar BLT-DD 2022 pada tahap pertama sebanyak 3 bulan. Sedangkan BLT tahap dua belum dibayar karena harus menutupi utang pinjaman, meski anggarannya telah dicairkan.

"Jadi kami tunggu tahap berikut cair baru kita bayar, tapi kalau mau berutang lagi untuk menutupi-menutupi saya tidak mau," akunya.

Baca Juga :
Ini Cara Cek Penerima BLT UMKM Rp600 Ribu dan Syarat Cairkannya

Comsos membeberkan, permasalahan ini berawal dari Pemerintah Daerah Taliabu yang tidak mencairkan anggaran Desa tahun-tahun sebelumnya.

"Tapi yang jadi persoalan, kita punya dana dari tahun 2020 itu bagaimana, sampai saat ini jugakan tidak ada satu orang yang berani bantu kami punya anggaran 2020 itu dibayar, kami 8 Desa jadi korban," ujarnya.

Atas masalah ini, Comsos merasa tidak nyaman lantaran sering didatangi oleh polisi, anggota Koramil, wartawan, Pemda dan warga.

Kontributor: La Ode

Editor: Anggi

Baca Juga :
4 Kepala Desa di Taliabu Malut Diperiksa Soal Penyalahgunaan Anggaran

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA