• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • Masuk

Senator Australia Hina Bali Bawa Wabah PMK, Sandiaga Uno Murka

  • Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
  • Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno saat memberikan keterangan di Sirkuit Formula E, Ancol, Jakarta Utara, Jakarta, Sabtu (4/6/2022). ANTARA/HO-Kemenparekraf
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno saat memberikan keterangan di Sirkuit Formula E, Ancol, Jakarta Utara, Jakarta, Sabtu (4/6/2022). ANTARA/HO-Kemenparekraf

JAKARTA, kilat.com- Senator Australia, Pauline Hanson meninggung Bali soal penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) saat berpidato. Ia mengatakan turis dari negaranya rawan membawa wabah PMK sepulang melancong dari Bali akibat menginjak kotoran sapi di jalanan.

"Bali berbeda dengan negara lain, karena sapi bebas berjalan di mana-mana, kotoran sapi bertebaran, dan orang berjalan di atasnya, dan terbawa di pakaiannya, dan orang itu kembali ke negara ini (Australia)," katanya dalam unggahan video di akun Instagram @senatorpaulinehanson, dikutip pada Sabtu (6/8/2022).

Dia kemudian menyebut PMK merupakan ancaman serius bagi keamanan hayati Australia.

Mendengar pernyataan tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Uno menganggap itu sebagai penghinaan. Ia merasa tudingan Senator Australia tidak sesuai fakta.

"Apa yang disampaikan seorang senator Australia @senatorpaulinehanson ini tidak berdasar pada fakta. Secara tegas dan lugas saya sampaikan untuk jangan pernah menghina Bali, ikon dan jantung pariwisatanya Indonesia," tulis Sandi di akun Instagram @sandiuno.

Baca Juga :
Pondok Pesantren Bakal Didigitalisasi, Kenapa?

Bahkan, dia memposting bukti video seorang warga negara Australia yang mematahkan pernyataan Pauline tersebut.

"Bali kini sudah bangkit dan lapangan kerja sudah kembali tercipta. Jangan ganggu ketenangan, apalagi kepulihan ekonomi kami dengan ucapan yang tidak benar," kata Sandi. (van)

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA