• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • Masuk

PPATK Sebut ACT Terima Rp1,7 Triliun, 50 Persen Dana Lari ke Kantong Pribadi Pengurus

Ilustrasi ACT. Foto: ACT
Ilustrasi ACT. Foto: ACT

JAKARTA, kilat.com- Dari hasil penelusuran Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), dana yang masuk ke rekening milik Yayasan ACT mencapai Rp 1,7 triliun.

Namun, setengahnya justru kemudian mengalir ke kantong pribadi atau entitas yang masih terafiliasi pihak-pihak di ACT.

Dari penelusuran PPATK tersebut, Jumlah dana yang diduga diselewengkan oleh para petinggi dan mantan petinggi Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) ternyata lebih banyak dari yang selama ini diungkapkan polisi.

Nilainya hampir separuh dari dana masuk atau sekitar Rp 850 miliar.

”Jadi PPATK melihat ada Rp 1,7 triliun uang mengalir ke ACT, dan kita melihat lebih dari 50 persennya itu mengalir entitas yang terafiliasi kepada pihak-pihak pribadi,” kata Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana usai bertemu Menteri Sosial Tri Rismaharini di kantor Kementerian Sosial (Kemensos), Kamis (4/8/2022).

Baca Juga :
Polri Temukan Lokasi Ladang Ganja Seluas 25 Hektare Jaringan Aceh-Jakarta

Ivan tidak merinci durasi waktu transaksi ACT yang dipantau PPATK itu.

Ia hanya menyebut bahwa sudah ada 843 rekening terkait ACT yang sudah diblokir.

Termasuk rekening Koperasi Syariah 212 yang diduga turut menerima aliran dana Rp 10 miliar dari ACT.

“Sudah kami blokir. Sudah diblokir,” kata Ivan.

Terkait entitas yang terafiliasi pengurus ACT, PPATK juga turut memantau. (cen)

Baca Juga :
Panas! China Perluas Daftar Sanksi ke Taiwan dan AS

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA