• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • Masuk

Ferdy Sambo 'Dibuang', Netizen Viralkan Krishna Murti, Siapa Dia? Ini Profil Lengkapnya

Brigjen Pol. Krishna Murti. (antara)
Brigjen Pol. Krishna Murti. (antara)

JAKARTA, kilat.com- Kadiv Propam Polri nonaktif, Irjen Ferdy Sambo muncul ke publik secara fisik ke khalayak pasca-peristiwa penembakan Brigadir J oleh Bharada E di rumah dinasnya, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Kemunculannya tersebut saat menghadiri pemeriksaan dari tim Khusus terkait kematian Brigadir J atau Nofryansah Yosua Hutabarat di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

Di sisi lain, viral di media sosial video yang memperlihatkan Irjen Ferdy Sambo saat berpangkat AKBP ketika menjadi wakil Krishna Murti di Dirkrimum Polda Metro Jaya.

Dilansir dari akun TikTok @mediabams, Kamis (4/8/2022), unggahan tersebut memperlihatkan Krishna Murti yang saat itu sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya dengan pangkat Komisaris Besar (Kombes). Sedangkan Ferdy Sambo berpangkat AKBP dengan jabatan Wakil Direskrimum Polda Metro Jaya. Kini pangkat Ferdy Sambo lebih tinggi yaitu lebih satu tingkat dari Krishna Murti.

Profil Krishna Murti

Krishna saat ini menjabat sebagai Karomisinter Divhubinter Polri dengan pangkat Brigadir Jenderal (Brigjen). Krishna Murti merupakan anggota Polri yang lahir pada 15 Januari 1970. Dia mengawali kariernya sebagai Perwira Pertama Polda Jawa Tengah setelah lulus dari dari Akpol pada tahun 1991. Kemudian Krishna memutuskan untuk pindah jalur ke reserse.Perwira tinggi Polri ini terkenal dengan jargon Turn Back Crime dan gayanya yang unik.

Baca Juga :
Anak Ferdy Sambo Dirundung Akibat Stigma Orang Tua, Netizen: Bukan Tanggung Jawabnya!

Dalam melaksanakan tugas, ia membuang jauh-jauh image polisi yang seram dari caranya bertindak. Selain itu, Krishna juga aktif di media sosial untuk memberi berbagai reaksi tentang setiap polemik yang tengah terjadi di tanah air. Mulai dari yang serius hingga yang lucu tak lepas dari postingan di akun instagramnya.

Krishna bahkan sampai diledek atasannya lantaran Krishna mengambil sekolah kedinasan pada Satuan Kerja Lalu Lintas. Namun, ia tidak goyah dan tetap mengambil pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kemampuan individu. Saat menjabat sebagai Kapolsek Randu Dongkal di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Krishna mulai mengungkap kasus pembunuhan dengan cara olah TKP. Begitu juga saat didapuk sebagai Kepala Satuan Reserse Polres Pemalang, ia berhasil mengungkap kasus curanmor hingga akhirnya ia kembali bertugas di Akpol sebagai pengasuh taruna selama 3 tahun.

Pada tahun 1996, Krishna yang kala itu berpangkat Letnan Satu dikirim ke Bosnia sebagai negara konflik antara negara pecahan Kroasia dan Serbia. Dia didaulat sebagai anggota polri yang dinas di jajaran PBB. Sekelmbali ke tanah air setahun setelahnya, Krishna didaulat sebagai Kanit Reserse Narkoba di Polwitabes Surabaya.

Ia pun banyak menangani kasus-kasus peredaran narkoba yang melibatkan warga sipil, polri, hingga tantara. Pada tahun 2000, Krishna menjadi lulusan terbaik PTIK sehingga ia pun mengemban tugas yang lebih besar lagi dengan pangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) yang ditempatkan sebagai Sekretaris Pribadi Kapolda Metro Jaya.

Tak lama setelah itu, ia pun naik jabatan sebagai Kapolsek Penjaringan Jakarta Utara selama 3.5 tahun hingga naik pangkat menjadi Komisaris Polisi (Kompol). Saat usianya 30 tahun, ia menduduki posisi Wakil Kapolres Depok dan masuk ke Lembaga pendidikan untuk melanjutkan Sekolah Pimpinan (sespin) di Singapura dan Ausitralia hingga 2009.

Baca Juga :
Anak Ferdy Sambo Jadi Korban Bullying di Sekolah, Ini Kata KPAI

Sempat menjadi dosen Lemdikpol, Krishna kemudian dikirim ke Sudan dan membangun system keamanan bertaraf internasional di sana. Karena terbiasa terjun ke medan perang, serangan tembakan yang dilakukan para pemberontak ke kendaraan yang ditumpanginya saat di Bosnia adalah hal yang biasa. Kariernya kian menanjak, Krishna memperoleh popularitasnya saat menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya. Dalam menjalani tugasnya, ia juga secara tidak langsung menampilkan sosok polisi yang gagah dan dicintai rakyat. Setiap melaksanakan olah TKP, ia dan anggota polisi lainnya mengenakan kaus hitam bertuliskan Turn Back Crime.

Jargon ini pun menjadi branding polisi dan menjadi viral. Krishna mendapatkan sambutan antusias dari masyarakat. Selama bertugas di periode 2015-2017, kasus besar yang pernah ditanganinya yaitu terror bom bunuh diri di Sarinah, Thamrin dan kasus kopi sianida Mirna Salihin. Krishna dianggap berhasil dan berprestasi.

Sejak itu, Krishna Murti layaknya selebriti. Berpenampilan gagah dan tampan mengundang perhatian publik, khususnya wanita. Namanya makin tersohor seiring sering tampilnya Krishna di layar kaca dan media sosial. Dari reskrim Polda Metro Jaya, ia ditugaskan ke Suamatera sebagai Wakapolda Lampung. Namun, jabatan itu tidak lama diembanya karena Krishna memperoleh promosi sebagai Kabagkembangtas Romisinter Divhubinter Polri. Pada tahun 2017, ia naik jabatan lagi sebagai Karomisinter Divhubinter Polri. (yus)


Baca Juga :
Dibongkar Mahfud MD, Ini Arti Cinta Segiempat Didugaan Motif Pembunuhan Brigadir J

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA