• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • Masuk

4 Warga Medan Korban Penyekapan di Kamboja Dipulangkan Hari Ini

Para Pekerja Migran Indonesia yang disekap di Kamboja. (Istimewa)
Para Pekerja Migran Indonesia yang disekap di Kamboja. (Istimewa)

MEDAN, kilat.com- Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menginformasikan 129 orang Warga Negara Indonesia (WNI) korban penyekapan di Kamboja, telah berhasil diselamatkan.

Sebelumnya mereka yang juga Pekerja Migran Indonesia tersebut adalah korban penyekapan perusahaan online scammer di Sihanoukville, Kamboja.

Dari 12 orang tahap pertama yang dipulangkan ke Indonesia, 4 orang antaranya merupakan warga Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Adapun keempat warga Kota Medan itu terdiri dari 2 pria dan 2 wanita. Mereka adalah Aulia Rahma, Christina Chiyani, Hendri Setiawan dan Arvin Siswandi.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumut, Baharuddin Siagian, mengatakan 129 WNI itu berhasil ditangani KBRI Phnom Penh.

Baca Juga :
Peringati HUT RI ke-77, WNI di Beijing Keliling Sepeda Sejauh 77 Kilometer

Seluruhnya WNI itu akan dipulangkan secara bertahap ke Indonesia dengan menggunakan pesawat Garuda GA 837 ETA pada Jumat hari ini. Mereka akan tiba di Jakarta pada pukul 19.40 WIB.

"Mereka akan dibawa ke RPTC Jakarta, untuk didata lebih lanjut dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk pemulangan ke daerah asal masing-masing," ujar Bahar dalam keterangannya, Jumat (5/8/2022).

Bahar membenarkan, dari 12 orang tahap pertama, 4 orang antaranya adalah warga Kota Medan.

"Data yang kita himpun dari Kemenlu RI, ada 4 orang warga Medan," katanya.

Sebelumnya dalam jumpa pers virtual yang digelar Migrant Care, Senin (1/8/2022), diketahui para pekerja migran di Kamboja itu menjadi korban kekerasan yang sangat keji.

Baca Juga :
KJRI Johor Semarakkan HUT RI ke-77 Bareng Para WNI

Para pekerja yang tidak bisa mencapai target di perusahaan tempat mereka bekerja akan disekap, diperjualbelikan, dipukul, disetrum, hingga paspornya dibakar.

Kontributor: Sandy

Editor: Anggi

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA