• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • Masuk

Timsus Bentukan Kapolri Bakal Evaluasi Penanganan Kasus Brigadir J di Polda dan Polres

Tim khusus kepolisian mendatangi rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Senin (1/8/2022). ANTARA/Luthfia Miranda Putri
Tim khusus kepolisian mendatangi rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Senin (1/8/2022). ANTARA/Luthfia Miranda Putri

JAKARTA, kilat.com- Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk sebuah Tim Khusus (Timsus) untuk menangani kasus Brigadir J. Nantinya Timsus tersebut akan mengevaluasi terkait penanganan kasus yang sempat diusut oleh Polres Metro Jakarta Selatan dan Polda Metro Jaya.

Menurut Kepala Badan Resesi Kriminal Polri, Komjen Agus Andrianto mengklaim telah mendapatkan surat dri penyidik untuk melakukan evaluasi penanganan laporan dari Polres Jaksel dan Polda Metro Jaya.

"Kami juga dari Timsus mendapatkan surat dari penyidik untuk melakukan evaluasi terhadap penanganan LP limpahan," ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (4/8/2022).

Seperti yang diketahui, Bareskrim Mabes Polri telah resmi mengambil alih dua kasus Brigadir J dari Polda Metro Jaya. Selain itu, kasus tersebut juga merupakan dugaan pelecehan seksual dan ancaman pembunuhan terhadap istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi oleh Brigadir J.

Mengenai hal ini, Agus mengungkapkan bahwa Timsus bakal mengkaji lebih lanjut soal tahapan-tahapan penanganan kasus yang mereka lakukan sudah sesuai dengan ketentuan atau tidak.

Baca Juga :
Mengejutkan! Ini Peran 6 Perwira yang Diduga Halangi Penyidikan Kasus Brigadir J

"Hal ini adalah untuk melaksanakan perintah Kapolri untuk membuat terang kasus ini sehingga siapapun yang turut serta atau menyuruh melakukan itu akan terbuka," tegasnya.

Sebelumnya, Listyo mengatakan Inspektorat Khusus (Irsus) telah memeriksa 25 personel Polri terkait dugaan ketidakprofesionalan dalam menangani kasus kematian Brigadir J.

Dua puluh lima personel ini antara lain tiga jenderal bintang satu, lima Kombes, tiga AKBP, dua Kompol, tujuh perwira pertama, serta bintara dan tamtama sebanyak lima personel.

"Oleh karena itu terhadap 25 personel yang saat ini telah dilakukan pemeriksaan kita akan menjalankan proses pemeriksaan terkait dengan pelanggaran kode etik," tutur Listyo.

Listyo menyebut jika dalam pemeriksaan ditemukan ada unsur pidana, maka proses hukum akan dilakukan terhadap yang bersangkutan.

Baca Juga :
Ini Profil dan Fakta Menarik Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J

"Dan tentunya apabila ditemukan adanya proses pidana kita juga akan memproses pidana yang dimaksud," ucap Listyo.

Polisi telah menetapkan Bharada E sebagai tersangka kasus pembunuhan terhadap Brigadir J yang terjadi di rumah Irjen Ferdy Sambo.

Dalam kasus ini, Bharada E dijerat dengan Pasal 338 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 56 KUHP. (jri)

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA