• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • Masuk

Bule asal Kanada Sukses Bangun Pabrik Cokelat di Kepulauan Sula Maluku Utara

Pieter, bule asal Kanada memperkenalkan Cokelat Sula Mina, khas daerah Kepulauan Sula, Maluku Utara. Foto: Istimewa
Pieter, bule asal Kanada memperkenalkan Cokelat Sula Mina, khas daerah Kepulauan Sula, Maluku Utara. Foto: Istimewa

MALUKU UTARA, kilat.com- Seorang pria asal Kanada, Pieter, meniti kehidupan selama 6 tahun di Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara (Malut).

Kini Pieter bersama istri dan anaknya memiliki tempat tinggal di Desa Wainin, Kecamatan Sanana Utara, sejak 2017 lalu.

Tidak sedikit negara yang telah dikunjungi pria bule ini hingga tiba di Indonesia.

Tujuan Pieter ke tanah air ingin mempelajari seluk-beluk sejarah rempah-rempah.

Selama meneliti, Pieter melihat sumber penghasil potensi kekayaan alam termasuk berada di Sula, Malut.

Baca Juga :
Jomblo Jangan Baper! Witan Selaeman Rayakan Kemenangan Indoensia Bersama Istri: Ajak Keliling Stadion Pakansari

Dibalik perjalan panjang itu, Pieter memiliki niat untuk membangun pabrik mengolah hasil bumi di Sula.

Impian Pieter sejak tahun 1992 telah terwujud. Pieter kini memiliki pabrik cokelat.

Pieter mengenalkan hasil olahan perusahaannya dengan nama Cokelat Sula Mina.

"Ketertarikan saya pada cokelat membuat saya harus mengelilingi 25 negara. Saya berkeinginan untuk membuat perusahaan cokelat yang cita rasanya harus sesuai dengan hasil alam dari daerah tersebut," kata Pieter, Sabtu (30/7/2022).

Piter mendapat pengalaman membuat usaha cokelat ini saat bertemu dengan para petani di puluhan negara.

Baca Juga :
Sulteng Batasi Impor Pangan, Bagaimana Nasib Ketergantungan di Pulau Taliabu?

Bahkan Pieter mengaku pernah menjadi karyawan petani cokelat di negara Polandia dan Amerika Selatan.

"Dari pengalaman itu, saya memilih untuk masuk ke Indonesia, khususnya Sula untuk membuat perusahaan cokelat, yang saya beri nama Cokelat Sula Mina," terangnya.

Dampak positif dari hadirnya pabrik cokelat ini membantu mengurangi angka pengangguran di wilayah sekitar.

Pieter mengaku ingin berbagi ilmu dan pengalaman yang ia miliki. Karena itu, dia berharap riwayat ini bisa menjadi motivasi bagi petani.

"Saya berharap, dengan adanya perusahaan cokelat ini dapat membantu masyarakat sekitar, khususnya petani cokelat agar dapat merawat dan menjaga kualitas cokelatnya serta hasilnya panennya dapat memenuhi kebutuhan hidupnya," pinta pria bule itu.

Baca Juga :
Laju Inflasi di Taliabu Maluku Utara Capai 2,51 Persen

Selain itu, dari cokelat yang ia olah, Pieter menginginkan agar Kepulauan Sula bisa terkenal salah satunya dari hasil alam.

Kontributor: La Ode

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA