• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • Masuk

Ejekan di Facebook Berujung Pemukulan, Massa di Sula Malut Ngamuk Boikot Jalan Raya

Ribuan massa di Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara (Malut), berbondong-bondong memadati jalan raya yang berdampak pada kemacetan. Massa tersebut merupakan warga dari Desa Mangon, Kecamatan Sanana. Massa terdiri dari berbagai latarbelakang segera memalang 2 akses jalan di wilayah sekitar mmenggunakan kayu. Foto: Kilat/Istimewa
Ribuan massa di Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara (Malut), berbondong-bondong memadati jalan raya yang berdampak pada kemacetan. Massa tersebut merupakan warga dari Desa Mangon, Kecamatan Sanana. Massa terdiri dari berbagai latarbelakang segera memalang 2 akses jalan di wilayah sekitar mmenggunakan kayu. Foto: Kilat/Istimewa

MALUT, kilat.com- Ribuan massa di Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara (Malut), berbondong-bondong memadati jalan raya yang berdampak pada kemacetan. 

Massa tersebut merupakan warga dari Desa Mangon, Kecamatan Sanana. Massa terdiri dari berbagai latarbelakang segera memalang 2 akses jalan di wilayah sekitar mmenggunakan kayu. 

Jalan yang dipalang massa berlokasi di Dusun 1, depan penginapan Orfola dan Puskesmas di Desa Mangon. 

Kejadian berlangsung sejak ba'da Magrib tadi, hingga sekarang masa masih berada di jalan raya. 

Terlihat, TNI-POLRI di Kepulauan Sula langsung mendatangi lokasi kejadian untuk meredakan massa yang mengamuk. 

Baca Juga :
Polri Ambil Berkas P-21 Kasus Ferdy Sambo di Kejagung

Kapolres Kepulauan Sula, AKBP Cahyo Widyatmoko bersama personel langsung mendatangi lokasi untuk mencegah potensi kekacauan. 

Menurut keterangan polisi, kejadian berawal dari saling ejek di media sosial (medsos), antara pelaku asal Desa Fatce dan korban dari Desa Mangon. 

"Ada anak di bawah usia saling ejek di Facebook (FB), makanya terjadi cekcok terus berujung sedikit ada pemukulan," terang Kapolres Kepulauan Sula, AKBP Cahyo Widyatmoko, Sabtu (28/5/2022) malam ini. 

AKBP Cahyo Widyatmoko menambahkan, saat ini polisi telah mengamankan pelaku dan korban di Mapolres Sula, untuk dimintai keterangan. 

"Tadi pak Bhabinkamtibmas yang bawa ke Polres saya tangkap dan saya masukin ke ruang SPKT," imbuhnya. 

Baca Juga :
Berkas Perkara Pembunuhan Brigadir J Lengkap, Ferdy Sambo Segera Disidang

Polisi meminta seluruh pihak berperan aktif, termasuk Pemerintah Desa (Pemdes), untuk menurunkan ketegangan antara dua desa tersebut. 

"Ngak usah saling ejek-ejekan di medsos, nggak usah mencari siapa yang benar dan siapa yang salah. Sama-sama intinya mari kita menjaga situasi yang kondusif di wilayah kita," pintanya. 

Perlu diketahui, pertikaian antara dua Desa yakni Mangon dan Fatce, diduga buntut dari kasus pengeroyokan beberapa waktu lalu. 

SP (35 tahun) warga asal Mangon menjadi korban tewas akibat diamuk masa dari Desa Fatce, Sabtu (21/5/2022) kemarin. 

Selanjutnya pihak kepolisian sudah memediasi kedua pihak berwenang dari Desa masing-masing untuk berdamai, Selasa (24/5/2022). 

Baca Juga :
Akan Dampingi Putri Candrawathi secara Objektif, Ini Pernyataan Febri Diansyah Selaku Pengacara

Dari laporan sementara, polisi telah memeriksa 3 saksi pada kasus pengeroyokan. Saat ini kasus tersebut tengah disidik oleh pihak kepolisian. 

Kontributor: La Ode

Editor: Cendhy

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA