• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • Masuk

Kecaman Pedas Muhammadiyah terkait Kedubes Inggris Kibarkan Bendera LGBT

Tangkapan layar postingan Kedubes Inggris mengibarkan bendera pelangi khas LGBT. (Foto: Tangkapan layar Instagram/@ukinindonesia)
Tangkapan layar postingan Kedubes Inggris mengibarkan bendera pelangi khas LGBT. (Foto: Tangkapan layar Instagram/@ukinindonesia)

JAKARTA, kilat.com- Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas memberikan reaksi atas postingan Kebudes Inggris yang mengibarkan bendera LGBT.

Muhammadiyah sangat menyesalkan sikap Kedubes Inggris yang tidak menghormati negara Republik Indonesia dengan mengibarkan bendera LGBT. Mereka harus tahu bahwa bangsa Indonesia punya falsafah Pancasila.

Anwar Abbas menyebut tidak ada satupun agama di Indonesia yang mentolerir praktik LGBT. Tak hanya itu, dia juga memastikan LGBT bukanlah hak asasi manusia, melainkan perilaku menyimpang yang bisa diobati.

"Tidak ada satu agamapun dari 6 agama yang diakui oleh negara Indonesia yang mentolerir praktek LGBT apalagi agama Islam yang merupakan agama mayoritas penduduk di negeri ini. Muhammadiyah melihat praktik LGBT itu bukanlah merupakan hak asasi manusia. Dia merupakan perilaku menyimpang yang bisa diobati dan diluruskan. Oleh karena itu negara harus hadir membantu mereka untuk bisa keluar dari perilaku yang tidak terpuji tersebut," ujarnya.

Lebih lanjut, Anwar Abbas juga menyebut praktik LGBT ini justru bertentangan dengan nilai-nilai manusia. Sebab, kata dia, praktik LGBT bisa berdampak pada punahnya kemanusiaan dalam beberapa ratus tahun mendatang jika terus dibiarkan.

Baca Juga :
Ini Sikap Kemlu RI Usai Kedubes Inggris Klarifikasi Aksi Kibarkan Bendera LGBT

"Praktik LGBT tersebut merupakan tindakan yang secara jelas anti manusia dan kemanusiaan karena dia akan membuat punah umat manusia karena adalah mustahil laki-laki kawin dengan laki-laki atau perempuan kawin dengan perempuan akan melahirkan anak. Jadi kalau penduduk bumi yang jumlahnya saat ini sekitar 8 miliar, bila mereka melakukan perkawinan sejenis, maka sudah bisa diperkirakan 150 tahun yang akan datang tidak akan ada seorangpun anak manusia di muka bumi ini," jelasnya.

"Jadi praktik LGBT ini merupakan praktik yang antimanusia dan kemanusiaan karena bisa menyebabkan punahnya manusia di atas dunia ini," tegas dia. 

Sebelumnya Kedutaan Besar (Kedubes) Inggris di Indonesia diketahui mengibarkan bendera pelangi khas Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di halaman kantor mereka.

Hal itu diketahui setelah akun Instagram Kedubes Inggris di Indonesia, @ukinindonesia, Sabtu (21/5/2022) memposting foto bendera LGBT itu yang disandingkan dengan bendera Inggris.

Bahkan, dalam postingan itu, Kedubes Inggri RI juga menyertakan keterangan panjang yang seolah menyatakan dukungan terhadap LGBT.

Baca Juga :
Muhammadiyah Siap Tindak Tegas Mafia Tanah yang Bikin Resah Warga

"Terkadang penting untuk mengambil sikap dengan apa yang menurut Anda benar, bahkan jika ketidaksepakatan di antara teman bisa membuat tidak nyaman," tulis awal keterangan dalam unggahan akun tersebut.

Inggris berpendapat bahwa hak-hak LGBT+ adalah hak asasi manusia yang fundamental. Cinta itu berharga. Setiap orang, di mana pun, harus bebas untuk mencintai orang yang mereka cintai dan mengekspresikan diri tanpa takut akan kekerasan atau diskriminasi. Mereka seharusnya tidak harus menderita rasa malu atau bersalah hanya karena menjadi diri mereka sendiri. (cen)

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA