• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Tahanan Narkoba Polres Jaksel Tewas, Ini Penjelasan Kompolnas

Ilustrasi mayat. Foto: Pixabay
Ilustrasi mayat. Foto: Pixabay

JAKARTA, kilat.com - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menanggapi meninggalnya tahanan kasus narkoba Polres Jakarta Selatan berinisial FNS (33) pada Kamis (13/1/2022).

Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti mengungkapkan, pihak keluarga korban dapat melakukan otopsi apabila ada keraguan terkait penyebab korban meninggal dunia.

"Jika ada dugaan penyebab kematian karena hal lain, maka pihak keluarga dapat mengajukan permohonan otopsi jenazah," kata dia saat dihubungi di Jakarta, Senin (17/1/2022).

Dikutip dari Antara, Poengky mengatakan, berdasarkan keterangan Kepala Polres Metro Jakarta Selatan korban meninggal dunia karena sakit demam.

Karena itu, apabila keluarga korban ingin mengetahui apakah ada dugaan hal lain terhadap korban, maka keluarga korban harus membuktikannya dengan otopsi jenazah.

Baca Juga :
Ini Daftar Lokasi yang Terendam Akibat Banjir Rob di Semarang

"Penjelasan dari Kapolrestro Jakarta Selatan menyatakan tahanan tersebut meninggal dunia karena sakit. Hal ini tentu berdasarkan visum dokter yang menerangkan tentang kematian," ujar dia.

Seorang tahanan kasus narkoba di Polres Metro Jakarta Selatan berinisial FNS meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Kamis.

Sebelum meninggal dunia, korban sempat bercerita kepada rekannya, Fikri alias B terkait kondisi di dalam rumah tahanan.

Adapun FNS sebelumnya ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan terkait kepemilikan ganja seberat 800 gram di Bali pada Desember 2021.

"Jadi tanggal 10 Januari 2022, dia masuk ke rumah sakit," kata Fikri saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (14/1/2022) malam.

Baca Juga :
Aksi Bejat Ketua Yayasan di Banyuwangi Viral, Cabuli Anak di Bawah Umur Pakai Modus Usir Jin

Selanjutnya, korban menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri pada Senin (10/1/2022) karena mengeluh sakit di bagian tubuhnya.

"Tanggal 12 Januari 2022 dia masuk rumah sakit lagi. Dia merasa 'down' mentalnya. Tidak bisa jalan ngap ngap aja ya sudah besoknya kami ke sana. Terus kemarin malam dia lewat (meninggal) jam 20.00 WIB," ujarnya.

Sebelum meninggal, B yang mengunjungi korban pada pukul 16.00 WIB menyatakan, saat itu kondisi korban sudah memburuk.

"Diinfus saja tidak ditangani khusus. Tidur juga bareng di RS Polri Kramat Jati. Pulanglah kami, habis besuk tidak lama penyidik telepon jam 10 kalau Fredi meninggal," katanya.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budhi Herdi Susianto membenarkan salah satu tahanan narkoba meninggal dunia karena sakit.

Baca Juga :
Semarang Diterjang Banjir Rob, Terminal Peti Kemas Hentikan Operasional

"Memang betul ada tahanan Satreskoba yang meninggal di RS Polri karena sakit," katanya.

Dia mengatakan, korban tersebut meninggal dunia karena sakit demam dan tidak nafsu makan.

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA