• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • Masuk

Anak 16-18 Tahun Boleh Booster Covid-19, Haruskah Jadi Syarat PTM?

Suasana murid di kelas saat baca doa sebelum mulai belajar di SMPN 19 Singkawang (ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang)
Suasana murid di kelas saat baca doa sebelum mulai belajar di SMPN 19 Singkawang (ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang)

JAKARTA, kilat.com- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengizinkan anak-anak berusia 16-18 tahun untuk menerima vaksin Covid-19 booster dengan menggunakan Pfizer (Comirnaty), dalam waktu minimal 6 bulan sejak suntikan terakhir dosis-2.

Menurut Epidemiolog Univeristas Griffith Australia, Dicky Budiman, pemberian vaksin COVID-19 booster pada anak-anak merupakan langkah tepat. Sebab, anak-anak juga mengalami penurunan imunitas dalam waktu beberapa bulan setelah suntikan terakhir vaksin COVID-19.

"Tidak berbeda dengan dewasa, anak remaja ini juga proteksi yang timbul dari vaksinnya sama menurun seiring waktu terutama pada anak memang tidak secepat pada lansia. Kalau lansia itu tiga bulan sudah ada yang menurun, pada anak-anak rata-rata di atas lima bulanan," jelasnya dikutip pada Sabtu (8/6/2022).

Lantas, apakah booster harus jadi syarat PTM?

Dicky mengatakan RI tak perlu terburu-buru mewajibkan vaksin COVID-19 booster sebagai syarat aktivitas belajar di sekolah. Pasalnya, vaksinasi booster pada anak baru berlangsung sementara sekolah merupakan aspek penting yang harus terus berjalan.

Baca Juga :
Anak Ferdy Sambo Dirundung Akibat Stigma Orang Tua, Netizen: Bukan Tanggung Jawabnya!

"Perlu waktu sehingga jangan sampai mengganggu, selain memang mereka rata-rata yang sudah mendapat dua dosis pada remaja-anak ini jauh lebih lama sebetulnya penurunannya (imunitas). Di atas lima bulan itu ada juga yang efektif," tutur Dicky.

Meskipun begitu, Dicky menyebut staf sekolah seperti guru dan satpam tetap harus menerima vaksin booster. Bahkan menurutnya bukan hanya booster pertama atau suntikan vaksin COVID-19 ketiga yang diperlukan, melainkan juga booster kedua alias vaksin COVID-19 keempat.

"Di sekolah itu ada kelompok atau staf sekolah seperti guru, satpam yang mungkin mereka lansia, komorbid, mereka itu yang wajib. Bahkan bukan hanya wajib booster ketiga, booster kedua juga wajib kalau ketiganya sudah lebih dari 4 bulan lalu," ujar Dicky.

"Itu yang harus jadi syarat bahkan untuk guru dan staf sekolah. Kalau belum, sebetulnya mereka ini jangan langsung berhadapan dengan siswa karena mereka bisa terpapar dari siswa," pungkasnya. (van)

Baca Juga :
Anak Ferdy Sambo Jadi Korban Bullying di Sekolah, Ini Kata KPAI

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA