• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • Masuk

Waspada! Mirip Cacar Air, Ternyata Begini Gejala Awal Cacar Monyet

Ilustrasi penyakit cacar monyet / Foto: Istimewa
Ilustrasi penyakit cacar monyet / Foto: Istimewa

JAKARTA, kilat.com- Mengingat maraknya penyebaran cacar monyet alias monkeypox yang telah ditetapkan sebagai darurat kesehatan internasional atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Terdapat sejumlah gejala awal cacar monyet yang harus kita perhatikan. Hal ini dikarenakan kasusnya yang terus melonjak di beberapa negara. Bahkan sudah menembus 26 ribu kasus berdasarkan data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

Seperti yang diketahui, selain penyebarannya yang cepat sampai memicu lonjakan kasus. Penyakit ini diduga mempunyai kemiripan seperti cacar air, yakni sama-sama memicu ruam yang menyebar ke seluruh tubuh.

Hal inilah yang diduga penyebab dari seseorang sulit membedakan apakah dirinya terkena cacar monyet atau cacar air. Lalu, seperti apakah gejala cacar monyet itu?

Gejala Awal Cacar Monyet

Cacar monyet adalah penyakit langka yang disebabkan oleh infeksi virus monkeypox. Virus cacar monyet adalah bagian dari keluarga virus yang sama dengan virus variola, virus yang menyebabkan cacar.

Baca Juga :
Warga RI Jangan Panik soal Cacar Monyet, Simak Penjelasan Positif Kemenkes Ini

Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Mohammad Syahril beberapa waktu lalu, sempat menjelaskan sejumlah gejala awal cacar monyet yang terbagi dalam dua periode, yaitu periode masa invasi (0-5 hari) dan masa erupsi (1-3 hari).

1. 0-5 Hari Masa Invasi

Pada masa invasi, gejala awal cacar monyet yang muncul dapat berupa demam tinggi, sefalgia berat, limfadenopati, myalgia, dan asthenia.

"Inkubasinya cacar monyet ini 5-13 hari atau sampai 21 hari. Ada 2 periode masa invasi sampai 5 hari. Ini yang khas yaitu demam tinggi, sakit kepala yang berat, dan ada benjolan pembesaran kelenjar limfa atau limfadenopati di leher, kemudian di ketiak atau selangkangan, dan ada sakit-sakit otot termasuk pegal-pegal," beber Syahril, Jumat (24/6/2022).

2. 1-3 Hari Masa Erupsi

Sedangkan pada masa erupsi, gejala cacar monyet yang muncul dapat berupa ruam pada kulit. Gejala ini paling banyak terjadi pada wajah sebesar 95 persen, pada telapak tangan dan kaki 75 persen, pada mukosa 70 persen, pada alat kelamin 30 persen, dan selaput lendir mata 20 persen.

Adapun cacar monyet merupakan penyakit yang bisa sembuh sendiri dalam waktu dua sampai empat minggu setelah masa inkubasi selesai.

Baca Juga :
Hasil Pemeriksaan Lesi Kulit Suspek Cacar Monyet di Jateng Negatif

"Cacar monyet ini sembuh sendiri atau self limiting disease. Setelah 2-4 minggu setelah masa inkubasinya selesai, penyakit ini akan sembuh sendiri jadi tidak terlalu berat," terang Syahril.

Apa Bedanya dengan Cacar Air?

Gejala cacar monyet dan cacar air sekilas memang mirip, yaitu seperti munculnya demam hingga ruam. Namun, meski sama-sama memicu demam, waktu timbul gejala dari kedua penyakit tersebut kemungkinan berbeda.

Demam gejala cacar monyet kemungkinan akan muncul satu sampai lima hari sebelum gejala ruam. Sedangkan demam akibat cacar air dapat muncul satu sampai dua hari sebelum ruam.

Begitu juga ruam cacar monyet biasanya terjadi dalam satu hingga tiga hari setelah gejala demam muncul. Sering kali ruam cacar monyet dimulai dari wajah dan menyebar ke bagian tubuh lainnya, termasuk telapak tangan dan kaki.

Sementara ruam cacar air akan muncul satu hingga dua hari setelah demam. Adapun ruam cacar air keseringan muncul di punggung hingga wajah. Kemudian menyebar ke seluruh tubuh, kecuali pada telapak tangan dan kaki. (jri)

Baca Juga :
Kasus Covid-19 DKI Tembus 21.419, Ini Beda Gejala BA.5 dari Varian Lain

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA