• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • Masuk

Apakah Vape Berbahaya untuk Kesehatan? Ini Faktanya!

Ilustrasi Vape/ Freepik
Ilustrasi Vape/ Freepik

 JAKARTA, kilat.com- Tak sedikit seseorang yang mulai tergoda untuk beralih ke rokok elektrik dari konvensional. Bahkan kerap dijadikan cara untuk berhenti merokok.

Namun tak sedikit yang bertanya apakah rokok elektrik juga berbahaya? 

Menurut Michael Blaha, MD, MPH , direktur penelitian klinis di Pusat Pencegahan Penyakit Jantung Johns Hopkins Ciccarone, rokok elektrik memanaskan nikotin (diekstrak dari tembakau), perasa dan bahan kimia lainnya untuk menciptakan aerosol yang di hirup.

Rokok tembakau biasa mengandung 7.000 bahan kimia, banyak di antaranya beracun. Meskipun kami tidak tahu persis bahan kimia apa yang ada dalam rokok elektrik.

"Hampir tidak ada keraguan bahwa vaping membuat Anda terpapar lebih sedikit bahan kimia beracun daripada merokok rokok tradisional," katanya, seperti dikutip dari laman Johns Hopkins, Senin (23/5/2022).

Baca Juga :
Sarwendah Buka Suara Terkait Kesehatan dan Kondisi Ruben Onsu

Lebih lanjut ia mengatakan, rokok elektrik sama adiktifnya dengan rokok konvensional. Menurutnya, baik rokok elektrik maupun rokok biasa mengandung nikotin, yang menurut penelitian mungkin sama adiktifnya dengan heroin dan kokain.

Bahkan ia menilai saat ini di kalangan anak muda rokok elektrik sekali pakai lebih populer.

Menurut Survei Tembakau Pemuda Nasional 2021 , lebih dari 2 juta siswa sekolah menengah dan menengah di Amerika Serikat dilaporkan menggunakan rokok elektrik pada tahun 2021, dengan lebih dari 8 dari 10 remaja tersebut menggunakan rokok elektronik beraroma.

Menurut Blaha, ada tiga alasan mengapa rokok elektrik sangat menarik bagi kaum muda. Pertama, banyak remaja percaya vaping kurang berbahaya daripada merokok. Kedua, rokok elektrik memiliki biaya per penggunaan yang lebih rendah daripada rokok tradisional.

"Akhirnya, kaum muda dan orang dewasa menganggap kurangnya asap rokok menarik. Tanpa bau, rokok elektrik mengurangi beberapa stigma merokok," tambahnya.

Baca Juga :
Ini Tanda-tanda Kamu Terlalu Kelebihan Protein

“Itu satu hal jika Anda beralih dari merokok ke vaping. dan kecanduan nikotin sering kali mengarah pada penggunaan produk tembakau tradisional," sambungnya. (aar)

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA