• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • Masuk

Video Ajojing di Pesta Liar Viral, PM Finlandia Jalani Tes Narkoba

Sanna Marin, Perdana Menteri Finlandia. (Foto: Wikimedia Commons)
Sanna Marin, Perdana Menteri Finlandia. (Foto: Wikimedia Commons)

JAKARTA, kilat.com- Perdana Menteri Finlandia Sanna Marin menyampaikan bahwa dirinya sudah menjalani tes narkoba. Sanna Marin melakukan tes narkoba usai video pesta bocor ke publik dan mengundang kritik.

Dikutip dari AFP pada Sabtu (20/8/2022), video yang bocor, yang menunjukkan Sanna Marin menari dan berpesta dengan sekelompok teman dan artis. Video tersebut telah dibagikan luas di media sosial dan media lokal.

Sejumlah orang menafsirkan komentar para pengunjung pesta yang terdengar dalam video tersebut merujuk pada narkotika. Hal tersebut begitu diperdebatkan di jagat dunia maya. Tetapi, Sanna Marin tetap membantah keras terlibat narkoba.

"Untuk menghilangkan kecurigaan, saya telah menjalani tes narkoba hari ini," ujarnya di kediamannya.

Dia mengatakan hasil tes narkoba tersebut bakal siap dalam waktu seminggu. Dia menyebut akan membagikan hasil tes kepada media setelah siap.

Baca Juga :
Simak! Ini Sinopsis Film Sicario, Kisah Agen FBI Lawan Gembong Narkoba dari Meksiko

Marin sebelumnya menyampaikan dia 'menghabiskan malam bersama teman-teman' dan video tersebut 'direkam di tempat pribadi'.

Dia mengaku minum alkohol. Selain menyangkal memakai narkoba, dia menjelaskan dirinya tidak menyaksikan penggunaan narkoba oleh setiap peserta.

"Tidak pernah dalam hidup saya, bahkan di masa muda saya, saya pernah menggunakan obat-obatan," jelasnya pada Jumat (19/8/2022).

Perilaku Marin dalam video tersebut tetap dikritik oleh sejumlah pihak sebagai sesuatu yang tak pantas untuk seorang perdana menteri, sementara yang lain membela haknya untuk menikmati acara pribadi bersama teman-teman.

Banyak kritik berpusat pada fakta bahwa dia sedang bertugas sebagai perdana menteri kala itu. Pertanyaan muncul mengenai apakah dia bakal berada dalam posisi dapat membuat keputusan tepat jika terjadi krisis tiba-tiba.

Baca Juga :
BNN Jateng Sita Rumah Hasil Bisnis Terpidana Narkoba di Semarang

"Kapasitas saya berfungsi baik. Saya tidak menyangka ada pertemuan," jelas Marin.

Marin menerima dukungan dari partainya, dengan Antti Lindtman, kepala kelompok parlementer Partai Sosial Demokrat, menyampaikan kepada media bahwa dia tidak masalah dengan Sanna Marin yang berpesta itu.

"Tidak melihat masalah besar dengan menari di acara pribadi dengan teman-teman," jelas Lindtman.

Marin dilantik pada 2019 di usia 34 tahun sebelumnya menjadi sasaran kritikan partai-partai di kediaman dinasnya.

Pada Desember 2021, dia menerima kecaman berkelanjutan usai terungkap bahwa dia tetap menari hingga dini hari meskipun telah berkontak dengan pasien Covid-19.

Baca Juga :
Polisi Bekuk 2 Kurir Narkoba di Medan, 20 Kg Sabu Diamankan

Sebuah jajak pendapat oleh saluran TV Finlandia MTV3 pada kala itu mendapati dua pertiga responden berpikir keluar malam adalah 'kesalahan serius'. (ara)


Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA

Rekomendasi Untuk Anda