• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • Masuk

Buntut Aturan Wajib Memakai Burka, Presenter TV Wanita di Afghanistan Ancam Mogok Kerja

Ilustrasi perempuan di Afghanistan. Foto: nu.or.id
Ilustrasi perempuan di Afghanistan. Foto: nu.or.id

KABUL, kilat.com- Presenter TV wanita di Afghanistan mengancam melakukan mogok kerja, akibat dari kebijakan Pemerintah Taliban yang mewajibkan memakai Burka saat siaran.

Saluran TOLOnews, Shamshad TV, dan 1TV menayangkan program langsung dengan menampilkan wajah presenter wanita pada Sabtu (21/5/2022).

"Rekan-rekan wanita kami khawatir jika mereka menutupi wajah mereka, hal berikutnya yang akan mereka katakan adalah berhenti bekerja," kata kepala berita TV Shamshad, Abid Ehsas seperti dikutip dari CNN Senin (23/5/2022).

"Inilah alasan mengapa mereka tidak mematuhi perintah itu sejauh ini," lanjutnya.

Juru bicara wakil Kementerian Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan Mohammad Sadeq Akif Mohajir menyebut pembawa berita tersebut telah melanggar arahan Taliban. Kementerian pun akan berbicara dengan manajer dan wali dari presenter untuk membahas kejadian ini.

Baca Juga :
Gempa Dahsyat di Afghanistan: 1.000 Orang Tewas, 3.000 Rumah Hancur

"Siapa pun yang hidup di bawah sistem dan pemerintahan tertentu harus mematuhi hukum dan aturan sistem itu, jadi mereka harus melaksanakan perintah itu," katanya.

Sejak kembali berkuasa tahun lalu, Taliban telah memberlakukan banyak pembatasan pada masyarakat sipil.Banyak kebijakan disebut mengekang hak-hak perempuan dan anak perempuan.

Awal bulan ini pemimpin tertinggi Afghanistan mengeluarkan diktat bagi perempuan untuk berpenampilan tertutup sepenuhnya di depan umum, termasuk wajah mereka. Kementerian Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan memerintahkan pembawa acara TV wanita untuk mengikutinya. Sebelumnya mereka hanya diwajibkan memakai jilbab.

Taliban juga telah menuntut agar pegawai pemerintah wanita dipecat jika mereka gagal mengikuti aturan berpakaian yang baru.

Sebelumnya Otoritas Taliban Hibatullah, berlakukan aturan baru untuk para pria dan wanita di Afganistan. Ya, mereka dilarang makan bersama dan mengunjungi taman pada waktu bersamaan di Kota Herat, Afghanistan Barat.

Baca Juga :
Ngeri! Bom Meledak di Kuil Sikh Kota Kabul, 2 Orang Luka-luka

Pejabat Taliban di Kementerian Promosi Kebijakan dan pencegahan Kejahatan di Herat Riazullah Seerat mengatakan bahwa pihak berweangan telah mengintruksikan untuk memisahkan pria dan wanita dalam sebuah restoran. Bahkan, aturan tersebut juga berlaku bagi pasangan suami istri (pasutri).

"Pemilik telah diperingatkan secara lisan bahwa aturan itu berlaku, bahkan jika mereka adalah suami istri," ujar Seerat

Menanggapi hal tersebut, seorang wanita Afghanistan yang tidak ingin disebutkan namanya menyebutkan bahwa seorang manajer di sebuah restoran Herat pada Rabu (11/5/2022) kemarin menyuruhnya dan suaminya duduk secara terpisah.

Safiullah, seorang manajer restoran, membenarkan bahwa dia telah menerima perintah kementerian. Namun, jika larangan itu terus berlanjut, dia akan terpaksa memecat staf. (cen)

Baca Juga :
Taliban Tangkap Model Afghanistan Gegara Dinilai Hina Islam dan Al-Quran

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA