• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • Masuk

Parah! Video Viral Anak Kecil Dibanting Pria Bugil ke Aspal hingga Tak Bergerak

Tangkapan layar video viral terduga orang gila banting anak kecil ke aspal sampai tidak bergerak. Foto - vivavideo
Tangkapan layar video viral terduga orang gila banting anak kecil ke aspal sampai tidak bergerak. Foto - vivavideo

JAKARTA, kilat.com- Lagi-lagi rekaman yang mempertontonkan kekerasan terhadap anak kecil, seorang pria dalam sebuah video kedapatan membanting anak kecil dengan keras ke jalan.

Warganet serta merta menduga pria tersebut mengidap ODGJ alias Orang Dengan Gangguan Jiwa. Dalam rekaman CCTV itu tertulis tanggal 27 April 2022.

Kronologi bermula ketika beberapa anak terlihat berlari disusul muncul sesosok pria tanpa busana dan menangkap seorang bocah.

Bocah tersebut diangkat dan dibanting ke jalan hingga dua kali, membuat anak kecil itu tak mampu bergerak lagi.

Saat hendak dibanting untuk yang ketiga kalinya, muncul beberapa orang yang segera menolong anak kecil tersebu lantas pria tanpa busana yang diduga ODGJ itu lari sembari membawa anak kecil yang di bantingnya.

Baca Juga :
Viral! Wanita Ini Punya Orientasi Seksual Tak Wajar, Jatuh Cinta dengan Pagar

Kemudian tampak, seorang warga memakai kaos kuning terus mengejar pria tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti dimana lokasi peristiwa tersebut terjadi.

Berbagai komentar atas kejadian tersebut meminta orang tua untuk menasihati anak supaya tidak menganggu orang gila (ODGJ).

"Perhatian ajarkan kepada anak-anak agar tidak menggangu orang gila" kata @a.gofur

Sementara komentar lainnya juga memberikan komentar yang sama.

Baca Juga :
BREAKING NEWS: Marshanda Telah Ditemukan!

"Tolong diawasi anak anda... Ajarkan anak anda untuk jangan sekali-kali menggangu/mendekati

orang gila. Jauhi anak anak dari orang gila lewat..."

Video berdurasi 30 detik dengan penampakan suasana lingkungan rumah penduduk di jalan itu banyak tersebar di grup aplikasi perpesanan WhatsApp. (ara)

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA