• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • Masuk

BI: Rupiah Melemah Terhadap Dolar, Lebih Baik dari Ringgit dan Rupee

Petugas menghitung uang rupiah dan dolar AS di salah satu kantor cabang PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, KCU Melawai, Jakarta, Selasa (16/8/2022). ANTARA FOTO/Reno Esnir/foc.
Petugas menghitung uang rupiah dan dolar AS di salah satu kantor cabang PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, KCU Melawai, Jakarta, Selasa (16/8/2022). ANTARA FOTO/Reno Esnir/foc.

JAKARTA, kilat.com- Bank Indonesia (BI) menyampaikan stabilitas nilai tukar rupiah terjaga saat meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan nilai tukar pada 21 September 2022 terdepresiasi 1,03% (point to point), dibandingkan akhir Agustus 2022.

Perkembangan nilai tukar yang tetap terjaga itu, kata Perry, ditopang oleh pasokan valas domestik dan persepsi positif pada prospek perekonomian domestik, serta sejumlah langkah stabilisasi BI.

"Nilai tukar rupiah sampai dengan 21 September 2022 terdepresiasi 4,97% (year to date/ytd) dibandingkan dengan level akhir 2021, relatif lebih baik dibandingkan dengan depresiasi mata uang sejumlah negara berkembang lainnya," kata Perry pada Kamis (22/9/2022).

"Seperti India yang mengalami depresiasi 7,05%, Malaysia 8,51%, dan Thailand 10,07%," jelas Perry.

Baca Juga :
The Fed Tahan Kenaikan Suku Bunga, Rupiah Melemah Tujuh Poin

Bank Indonesia mengklaim akan terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah, sesuai nilai fundamentalnya untuk mendukung upaya pengendalian inflasi dan stabilitas makroekonomi.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti meyampaikan tekanan pada nilai tukar rupiah ini memang cukup tinggi.

Walaupun demikian, tekanan yang tinggi pada nilai tukar, bukan hanya rupiah saja, namun hampir seluruh mata uang negara secara global.

"Ini karena dolar indeks itu naik pesat sekali. Jadi minggu lalu di bawah 107-108 sekarang sudah 111,8 dan ini menggambarkan indeks yang mata uang dari dolar AS ke major currency ke poundsterling, yen dan seterusnya," kata Destry.

Menurutnya, dengan adanya penguatan dolar AS secara general ini menyebabkan mata uang lainnya melemah atau depresiasi.

Baca Juga :
Rupiah Menguat Seiring Pasar Pertanyakan Puncak Suku Bunga Global

"Dibandingkan mata uang negara lain kita cukup manageable kita per posisi 21 September kemarin kita terdepresiasi 4,97% ytd dari akhir tahun lalu sampai akhir tahun ini," jelas Destry.

Sebagai informasi, rupiah melemah melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (22/9/2022). 

Walaupun demikian, rupiah menjadi mata uang terbaik di Asia usai mampu memangkas pelemahan setelah Bank Indonesia (BI) memberikan kejutan.

Melansir Refinitiv, rupiah mengakhiri perdagangan di Rp 15.015/US$, melemah 0,13% di pasar spot.

Sebelumnya, Mata Uang Garuda sempat menyentuh Rp 15.040/US$ yang merupakan level terlemah dalam lebih dari 2 tahun terakhir.

Baca Juga :
Bank Indonesia Pastikan Akan Pantau Rupiah DIgital Meski Adopsi Teknonologi 'Kripto'

Walaupun melemah, rupiah menjadi mata uang terbaik di Asia hari ini. Sebab pelemahannya paling kecil. Berikut pergerakan dolar AS melawan mata uang utama Asia hingga pukul 15:09 WIB. (ara)

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA