• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • Masuk

Ramai-ramai Kritik Rencana Kenaikan Harga Pertalite Pekan Depan

Ilustrasi - Dua orang petugas Pertamina melakukan pengisian bahan bakar ke truk tangki untuk didistribusikan di Depot BBM Unit Pemasaran III Cikampek, Jawa Barat. (FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo/ed/Spt/pri)
Ilustrasi - Dua orang petugas Pertamina melakukan pengisian bahan bakar ke truk tangki untuk didistribusikan di Depot BBM Unit Pemasaran III Cikampek, Jawa Barat. (FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo/ed/Spt/pri)

JAKARTA, kilat.com- Banyak pihak mengkritik rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite pada pekan depan.

Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Demokrat Vera Febyanthy menyampaikan masyarakat masih merasakan banyak kesulitan saat ini. Karena, harga pangan tengah mahal-mahalnya.

"Belum saatnya itu BBM pertalite dinaikkan, masyarakat masih menjerit apalagi di saat harga bahan pokok naik. Masa masyarakat kita dikorbankan," jelas Vera pada Jumat (19/8/2022).

Pemerintah, jelas Vera, sebenarnya dapat memotong anggaran belanja lain serta mengalihkan dana tersebut untuk menambah subsidi energi. Ia mencontohkan belanja infrastruktur pembangunan ibu kota baru (IKN) dan kereta cepat Jakarta-Bandung.

"Harusnya belanja lain dipotong, jangan korbankan harga minyak tapi yang lain jor-joran. IKN ditunda saja dialihkan untuk subsidi dulu. Kereta cepat juga. Itu enggak ada urgensinya langsung ke rakyat, kok rakyat yang dikorbankan," kata Vera.

Baca Juga :
Viral Beda Warna Pertalite Bikin Boros, Pertamina Bilang Begini

Kritik juga diutarakan Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mulyanto. Menurut dia, pemerintah dapat menunda pembangunan IKN dan kereta cepat Jakarta-Bandung dibanding menaikkan harga pertalite.

Oleh karena itu, ia memandang pemerintah tak konsisten jika benar-benar menaikkan harga pertalite. Menurut dia, pemerintah selalu mengatakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) surplus dalam beberapa waktu terakhir.

Sehingga, Mulyanto berpendapat pemerintah semestinya memiliki dana dalam menambah subsidi energi.

"Pemerintah jangan plin-plan. Sementara presiden bilang ekonomi kita bagus dan APBN surplus, para menteri justru berwacana untuk menaikkan harga BBM bersubsidi. Sebaiknya wacana seperti itu dihentikan. Jangan bikin malu presiden," kata Mulyanto.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan Jokowi bakal mengumumkan kenaikan harga pertalite pekan depan. Hal ini dilakukan sebab pemerintah telah tidak kuat menanggung beban subsidi energi di tengah lonjakan harga minyak mentah dunia.

Baca Juga :
Duh! Mobil Tahun Keluaran 2018 Dilarang Isi Pertalite, Ini Alasannya

"Mungkin minggu depan presiden akan mengumumkan mengenai apa dan bagaimana mengenai kenaikan harga ini. Jadi presiden sudah mengindikasikan tidak mungkin kita pertahankan demikian karena harga BBM kita termurah se kawasan dan itu beban untuk APBN," kata Luhut.

Tahun ini, pemerintah mengalokasikan subsidi energi sebesar Rp502 triliun atau naik dari rencana awal yang hanya Rp170 triliun. Keputusan tersebut seiring kenaikan harga minyak mentah dunia yang sempat tembus lebih dari US$100 per barel.

Sedangkan, harga BBM penugasan pertalite masih ditahan di level Rp7.650 per liter dan solar bersubsidi Rp5.150 per liter. (ara)


Baca Juga :
Heboh! Warna BBM Pertalite Sekarang dan Dulu Beda, Lebih Keruh dan Boros

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA