• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
  • Masuk

Jokowi Ungkap 66 Negara Terancam Runtuh hingga 320 Juta Orang Kelaparan, Bagaimana Nasib RI?

  • Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • Arabic
  • Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • Arabic
Presiden Joko Widodo meminta menterinya untuk fokus bekerja. Hal tersebut disampaikannya usai menyerahkan bantuan sosial di Pasar Sukamandi, Kabupaten Subang, Selasa, 12 Juli 2022. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr)
Presiden Joko Widodo meminta menterinya untuk fokus bekerja. Hal tersebut disampaikannya usai menyerahkan bantuan sosial di Pasar Sukamandi, Kabupaten Subang, Selasa, 12 Juli 2022. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr)

JAKARTA, kilat.com- Presiden Joko Widodo (Jokowi) membawa kabar tak mengenakan soal kondisi ekonomi global yang saat ini sedang sulit. Bahkan dia menjelaskan data mencengangkan seputar tantangan ekonomi global.

Jokowi menjabarkan data yang disajikan IMF dan Bank Dunia. Disebutkan bahwa ada 66 negara yang terancam runtuh pertahanan ekonominya.

"Kita bicara dunia dulu semua negara sekarang ini berada dalam keadaan yang tidak mudah. Tadi sekjen PBB menyampaikan IMF, Bank Dunia menyampaikan bahwa akan ada 66 negara yang akan ambruk ekonominya," kata Jokowi dalam acara Silatnas dan Ultah ke-19 Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat, Jumat (5/8/2022).

"Sekarang sudah mulai satu per satu angkanya adalah 9 lebih dulu, kemudian 25, kemudian 42. Mereka detil mengkalkulasi," lanjutnya.

Jokowi kemudian menyinggung tentang ancaman kelaparan yang bakal melanda dunia. Menurutnya terdapat 320 juta orang di seluruh negara yang menderita kelaparan akut.

Baca Juga :
Surya Paloh Temui Presiden Joko Widodo di Istana Jumat Sore, Ini Isi Pembicaraannya

"Apa yang dikhawatirkan betul-betul kita lihat dan sekarang ini 320 juta orang di dunia sudah berada pada posisi menderita kelaparan akut. Dan sebagian sudah kelaparan. Ini saya sampaikan apa adanya," tegasnya.

Tak sembarangan bicara, menurut Jokowi data tersebut diperkuat dengan kondisi ekonomi mayoritas negara di dunia mengalami perlambatan. Bahkan ada kondisinya yang jauh lebih para karena mengalami kontraksi.

"Posisi pertumbuhan ekonomi bukan hanya turun tapi anjlok semuanya, Singapura, Eropa, Australia, Amerika, semuanya. Pertumbuhan ekonomi turun tapi inflasi naik harga-harga barang semua naik ini kondisi yang sangat boleh saya sampaikan dunia pada kondisi yang mengerikan," pungkasnya.

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA